Gol Asamoah Gyan di menit 93 babak perpanjangan waktu membuat Ghana menjadi tim kedua, setelah Uruguay, yang menggenggam tiket ke delapan besar. AS angkat koper, sementara wakil Afrika bertahan satu sampai babak perempatfinal.
Dengan gugurnya tuan rumah Afrika Selatan, Nigeria, Aljazair, Kamerun dan Pantai Gading di babak grup, Ghana menjadi satu-satunya harapan 'Benua Hitam'. Ya, mereka lolos dari kepungan sederet wakil Eropa, Amerika Latin, Amerika Utara dan Tengah, serta Asia yang mengirim wakil lebih banyak ke babak perdelapanfinal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bukankah dengan dihelatnya Piala Dunia di benua Afrika, wakil-wakilnya juga menjadi mendapatkan sorotan? Dan sorotan itu pun kini sendirian ditanggung oleh Ghana. Maka, layaklah jika seluruh harapan warga Afrika diembankan kepada mereka.
Lalu, sampai sejauh mana pasukan 'Bintang Hitam' itu bakal melaju? Andai bisa melewati Uruguay di babak perempatfinal, satu spot di semifinal akan didapat. Itu artinya, Ghana bisa menjadi juara ketiga atau keempat dalam Piala Dunia tahun ini.
Pertanyaannya, mampukah Ghana melakukannya? Well, tak ada yang tak mungkin. Ingat ketika Piala Dunia pertama kali dihelat di Asia tahun 2002? Kala itu Korsel memberikan kejutan dengan melaju sampai ke babak semifinal.
Park Ji-Sung cs memang kemudian takluk 0-1 di tangan Jerman, dan akhirnya kalah 2-3 dari Turki di perebutan tempat ketiga. Tapi setidaknya Korsel bisa menjaga gengsi benuanya.
Menarik untuk ditunggu, apakah Ghana bakal mengulang cerita Korsel, atau malahan lebih sukses lagi.
.
(roz/key)











































