Kejadian itu terjadi di menit ke-38 saat Inggris tengah tertinggal 1-2. Lampard yang mendapat bola di depan kotak penalti melepaskan tembakan keras yang tak mampu dijangkau kiper Jerman Manuel Neuer.
Namun yang terjadi wasit Jorge Lorrionda tak mengesahkan gol tersebut meski di tayangan ulang bola telah jauh melewati garis gawang. Inggris pun meradang dan boleh dibilang mentalnya down.
Alhasil Jerman semakin berada di atas angin dan menambah dua gol lagi untuk menang 4-1 sekaligus mengantarkan Inggris pulang lebih cepat. Usai laga jelas Lampard merasa kecewa karena golnya tersebut tak disahkan.
Lampard meminta FIFA agar segera menggunakan teknologi garis gawang untuk menghindari hal seperti itu terjadi lagi. Diakui gol tersebut sedikit banyak mempengaruhi penampilan Inggris selanjutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu bikin aku bingung dan sangat besar pengaruhnya pada kami. Aku tidak ingin mengeluh bahwa itu alasan kami tersingkir." sambungnya.
"Tapi jika keadaan 2-2 dan kami menyerang serta bermain seperti di babak kedua, pastinya laga akan berjalan berbeda tadi."
"Aku pikir ini saatnya memakai goal-line technology. Kami mengadakan pertemuan sebeluym Piala Dunia di mana kami dijelaskan mengenai banyak perubahan dalam peraturan yang mungkin berpengaruh banyak pada pertandingan,"
"Yang paling fatal tentu yang terjadi hari ini belum pernah dibawa jadi sangat di luar akal sehat," pungkasnya.
(mrp/krs)











































