Jerman Tak Bangga Kontroversi Gol Lampard

Jerman Tak Bangga Kontroversi Gol Lampard

- Sepakbola
Senin, 28 Jun 2010 13:05 WIB
Jerman Tak Bangga Kontroversi Gol Lampard
Bloemfontein - Berpuluh-puluh tahun orang Jerman mempersoalkan kontroversi gol Inggris di final Piala Dunia 1966. Tapi ketika mereka mendapat "ganjarannya" tadi malam, reaksi mereka relatif tidak berlebihan.

Ketimbang mempersoalkan gol Frank Lampard yang dianulir wasit, saat timnya mengalahkan Inggris 4-1 di babak 16 besar, Minggu (27/6/2010), publik Jerman lebih memuji permainan ciamik Philipp Lahm dan kawan-kawan.

"Jerman mempermalukan Inggris dan memperoleh keberuntungan ketika wasit menganulir sebuah gol yang bersih. Terima kasih, Pak Wasit," demikian bahasa koran Bild dalam publikasi edisi online-nya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lalu harian besar dan berpengaruh itu mengulas permainan dominan Der Panzer atas salah satu musuh bebuyutannya itu, yang mana rivalitas di antara mereka mulai muncul sejak wasit mengesahkan gol Geoff Hurst di masa tambahan final Piala Dunia 1966, padahal bola belum melewati garis gawang, dan itu membuat Inggris menang 4-2 dan menjadi juara.

"Itu kesalahan yang tidak bisa diampuni," tukas mantan wasit top asal Jerman, Helmut Krug. "Asisten pasti melihat itu. Jelas bola di belakang garis. Tanpa tayangan ulang pun asisten wasit pasti melihatnya."

Wasit Jorge Larrionda kala itu bahkan tidak berdiskusi dengan asistennya dan membiarkan pertandingan terus berjalan. Ia baru "menyesal" ketika menonton tayangan ulang di dressing room di akhir babak pertama. Konon ia sampai berseru "Oh, Tuhan!"

Presiden Federasi Sepakbola Jerman Theo Zwanxiger pun tanpa ragu-ragu menyebut gol Lampard semestinya sah. Ia yang duduk di tribun VIP pun bisa melihat bola telah melewati garis gawang Manuel Neuer.

"Saya bisa merasakan apa yang dirasakan fans Inggris, dan mereka pasti tidak suka (gol itu dianulir). Saya bisa lihat dari tempat duduk (di stadion), bola sudah masuk gawang," ujarnya seperti dikutip Reuters.

Tidak terlalu "mensyukuri" kontroversi tersebut, publik Jerman lebih merasa bangga pada performa tim asuhan Joachim Loew. Kanselir Angela Merkel, yang menonton pertandingan itu bersama PM Inggris David Cameron di sela-sela pertemuan G20 di Kanada, menyebutnya sebagai "kemenangan yang luar biasa".

"Hari ini semuanya berjalan dengan brilian," ujar sang Kanselir.

"Pertandingan kelas satu, pertandingan fantastis," tukas Juergen Klinsmann, mantan pelatih Jerman di Piala Dunia 2006. "Inggris tersentak, terhempas. Hari yang luar biasa untuk Jerman."

(a2s/key)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads