Disebut-sebut sebagai bola memiliki bulat yang sempurna, Jabulani banyak menuai kritikan. Lajunya di udara disebut terlalu deras dan kerap tak akurat ke sasaran.
Boleh jadi hal inilah yang membuat sejumlah nama spesialis eksekutor tendangan bebas kemudian malah lebih sering melambungkan Jabulani jauh ke atas mistar gawang atau menendangnya tepat ke pagar pemain lawan.Β Β Β Β
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat menghadapi Paraguay, Selasa (29/6/2010), dalam perebutan tiket ke perempatfinal, bola-bola mati pun kembali akan dimaksimalkan para pemain Jepang. "Tendangan bebas adalah kelebihan kami. Sangat penting buat kami mendapat tendangan bebas dekat area penalti," tegas kiper Jepang Yoshikatsu Kawaguchi di Canadian Press.
Jika nantinya terjadi pelanggaran di area menguntungkan untuk Jepang maka Honda, Endo atau rekan lainnya siap mengeksekusi, kendati tentu bukan tendangan bebas saja yang akan mereka andalkan.
"Kami sudah berusaha sekeras mungkin dalam berlatih jadi kami mampu maju dengan baik saat mengoperkan bola. Bola mati juga jadi senjata penting kami. Kami juga tanggh saat bermain sebagai grup," tegas Endo kepada FIFA.
"Secara mental kami kuat dan kami juga bermain dengan sikap yang positif. Kami juga sedikt berubah dalam hal taktik, jadi tim menuju arah yang benar. Tujuan kami adalah terus maju seperti ini dan memenangi pertandingan-pertandingan," lugas dia.
(krs/key)











































