Masalah ini timbul dalam laga 16 besar antara Belanda versus Slovakia, Senin (28/6/2010) malam WIB. Saat itu Van Persie yang ditarik keluar di sepuluh menit akhir pertandingan, tampak tak bisa menerima keputusan sang pelatih.
Striker Arsenal itu sempat terlibat pembicaraan selama beberapa saat dengan Van Marwijk sebelum akhirnya duduk di bench. Van Marwijk kala itu mengatakan bahwa dirinya bisa memahami kegeraman Van Persie.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di waktu lalu harmoni tim yang rusak mengganggu kiprah Belanda di turnamen internasional. Di Piala Eropa 1996 misalnya, gelandang Edgar Davids dipulangkan akibat berseteru denganpelatih Guus Hiddink. Hal itu membuat perjalanan Negeri Kincir Angin hanya sampai perempatfinal.
Pelatih Belanda sebelumnya, Marco van Basten juga sempat bermasalah dengan Davids, Mark van Bommel dan Clarence Seedorf.
Menyadari masalah harmoni dan persatuan merupakan hal penting, Van Marwijk menggelar pertemuan tim guna membahas masalah ini.
"Saya tidak bisa menerima hal-hal apa pun yang bakal mengganggu di partai-partai selanjutnya. Saya sudah bicara pada Robin yang diduga berkata sesuatu tentang Wesley (Sneijder). Saya juga sudah bicara dengan Wesley dan setelahnya saya menggelar pertemuan tim. Saya mengatakan pada mereka tentang apa yang saya pikirkan dan selanjutnya saya menegaskan semuanya," ujar pelatih berusia 58 tahun itu.
Van Persie disinyalir mengatakan pada Van Marwijk bahwa seharusnya yang ditarik keluar adalah Sneijder. Dalam perkembangan selanjutnya Van Persie menolak dugaan itu.
"Saya selalu mengatakan bahwa tidak masalah bila ada sesuatu (perbedaan) terjadi. Itu bisa membuat setiap pemain semakin kuat. Namun saya tidak ingin membiarkan ada masalah menggantung," tegas Van Marwijk.
(nar/roz)










































