Paraguay melaju ke delapan besar usai mengatasi Jepang lewat adu penalti, Selasa (29/6/2010) malam WIB. Ini merupakan kali pertama negara berjuluk Guaranies itu berhasil menjejak perempatfinal Piala Dunia.
Paraguay mengukir prestasi ini sebagai sebuah tim. Namun bila harus menunjuk satu nama, kiranya layak bila Gerardo Martino yang disebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di kualifikasi Piala Dunia 2010, Martino berhasil membawa Paraguay lolos langsung dengan finis ketiga mengungguli negara kuat Argentina. Paraguay mencatat sepuluh kemenangan, tiga kalli seri, dan lima kali kalah. Jumlah kemenangan itu lebih baik daripada Brasil dan Argentina. Ada pun Gol yang dibukukan Roque Santa Cruz dkk. adalah 24, lebih banyak daripada Tango (23).
Martino dan Paraguay telah mengukir sejarah. Sebuah pencapaian yang pantas dirayakan. Meski begitu pelatih kelahiran 20 November 1962 itu memilih untuk "menunda pesta".
"Membicarakan pencapaian ke perempatfinal memang layak, namun untuk mempertimbangkan bahwa ini adalah pencapaian terbesar di sepanjang karir saya, itu masih terlalu dini," tukas Martino seperti dikutip dari Reuters.
"Memang kurang bagus bila pertandingan harus dituntaskan dengan cara seperti ini (adu penalti). Menurut saya, kami sedikit menang atas Jepang," pungkas dia.
Dunia menanti sejarah selanjutnya yang akan diukir oleh Martino bersama Paraguay-nya.
(nar/arp)











































