Delapan tahun lalu Jepang menorehkan sejarah dalam sepakbolanya. Saat menjadi tuan rumah gelaran Piala Dunia 2002 bersama Korea Selatan, Jepang berhasil menjejak babak 16 besar. Itu adalah capaian terbaik mereka di gelaran ini.
Waktu bergulir dan kini Piala Dunia sampai ke tanah Afrika. Dengan gagah berani, Keisuke Honda cs sukses lolos dari fase grup yang berisikan tim-tim tangguh macam Belanda, Kamerun dan Denmark. Jepang lolos jadi runner-up di bawah Belanda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekali lagi Jepang memang hanya sampai ke babak 16 besar saja. Tapi fakta bahwa gelaran kali ini digelar jauh dari rumah jelas menambah nilai sukses tim besutan Takeshi Okada tersebut. Apalagi mereka memang tampil tak mengecewakan sama sekali.
Apa yang sudah ditunjukkan para pemain Jepang di lapangan tak ayal bikin fans Jepang bangga. Maka sekali pun mereka gagal melebihi capaian terbaiknya selama ini, 'Samurai Biru' tetap disambut gegap gempita para fansnya di rumah.
"Saya sangat kecewa, tapi saya berterima kasih kepada tim yang sudah membuat kami bisa berharap dan bermimpi," tukas Ryosuke Takashita, fans Jepang yang menyaksikan laga timnya dari bar olahraga di Tokyo, kepada Reuters.
"Di awal Piala Dunia, tak ada, bahkan kami sendiri, yang menilai mereka mampu, tapi mereka lolos ke babak kedua untuk bikin kami senang. Saya ingin berterima kasih kepada mereka," sambung suporter lainnya, Fumiya Inaba.
Penampilan Jepang sendiri ketika menghadapi Paraguay tampak kurang semengalir seperti ketika menundukkan Denmark 3-1 di fase grup. Satu hal yang masih sama dalam laga di Loftus Versfeld itu adalah semangat tak kenal lelah Jepang.
"Para pemain Jepang tak selincah seperti di partai-partai sebelumnya. Tapi mereka gagah berani bertarung lawan Paraguay sampai akhir dan layak menyandang julukan Samurai Biru," nilai surat kabar Yomiuri.
(krs/key)











































