Belanda versus Brasil, Argentina kontra Jerman, Uruguay lawan Ghana dan Paraguay jumpa Spanyol. Itulah tim-tim yang masih tersisa di babak delapan besar Piala Dunia 2010.
Untuk lolos ke babak ini, Brasil dan Jerman punya catatan produktivitas paling bagus saat melakoni pertandingannya di babak 16 besar. Brasil menang 3-0 atas Chile sementara Jerman menundukkan Inggris 4-1.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti sebuah perangkap hidup, Brasil langsung mencaplok dan menghabisi Chile ketika lawannya itu terlalu maju, lengah, dan menyisakan celah. Simak gol kedua Brasil. Diawali dengan kombinasi kilat Robinho dan Kaka, bola disodorkan ke Luis Fabiano untuk bikin gol.
"Brasil, yang selama ini selalu menjadi negara dengan sepakbola menekan dan menyerang, kini adalah negara bertahan dan kuat dalam serangan balik. Sepakbola Brasil yang dikagumi di penjuru dunia karena sentuhan-sentuhannya, operan mengalir dan dominasinya, kini tak eksis lagi," tulis salah satu legenda hidup sepakbola Brasil, Tostao, di kolomnya beberapa waktu lalu.
"Yang ada sekarang adalah kawalan ketat dan serangan balik, yang acapkali dilakukan dengan brilian," lanjut pria yang mengantar Brasil jadi juara Piala Dunia 1970 tersebut.
Brasil di bawah arahan Dunga memang beberapa kali menuai sorotan. Pria yang semasa bermain itu tampil menjadi gelandang bertahan dinilai sudah mencampakkan keindahan permainan Brasil dan menggantinya jadi gaya bertahan nan pragmatis.
Pun begitu, apa yang dilakukan Dunga jelas sah-sah saja karena, selain memang dialah pelatihnya, hasil strateginya juga terbukti masih ampuh. Terlebih lagi gaya serangan balik yang diberlakukan Dunga untuk Brasil nyatanya juga acap jadi andalan tim-tim unggulan lainnya dalam menuju perempatfinal.
Simak kemenangan Jerman atas Inggris, yang diinspirasi serangan balik, ditambah buruknya lini bertahan 'Tiga Singa'. Sepasang gol Thomas Mueller dalam rentang tiga menit, yang membuat skor jadi 4-1 untuk Jerman, lahir lewat serangan balik setelah Inggris mendapatkan sebuah lemparan ke dalam dan sebuah tendangan bebas di area pertahanan Jerman.
Serangan balik juga menjadi salah satu senjata Belanda, yang dikenal dengan gaya Total Football, ketika membunuh Slovakia 2-1. Hal ini bisa dilihat dari cara Wesley Sneijder mengirim umpan sejauh 60 meter ke arah Arjen Robben yang kemudian menjebol gawang lawan.
"Biasanya Anda melihat tim-tim yang lebih kuat akan menekan tapi di sini Anda melihat Brasil dan juga Jerman, pada awalnya sedikit mundur ke belakang dan kemudian menanti lawan membuat satu kesalahan," analisa Frank De Boer, mantan pemain Belanda yang kini jadi asisten pelatih, kepada Reuters.
"Lalu dua atau tiga pemain akan maju dengan amat cepat, seperti kami punya Sneijder saat Anda memberinya bola. Dewasa ini Anda tak bisa punya ruang banyak jadi Anda harus menciptakannya sendiri. Operan yang salah bisa mematikan dan, terutama lawan Brasil, jika Anda kehilangan bola di lini tengah akan jadi seperti bunuh diri," papar dia.
Argentina, yang tampil kian prima, Uruguay, Ghana, Paraguay ataupun Spanyol, yang terkenal mengusung gaya menekan dan operan-operan deras, juga niscaya tak terlepas sama sekali dari gaya main serangan balik ini.
Siapa lagi akan jadi korban serangan balik di perempatfinal?
(krs/a2s)











































