Ronaldo datang ke Piala Dunia 2010 dengan dengan ban kapten melingkar di lengan, reputasi tinggi dan predikat sebagai pemain termahal di dunia. Wajar jika dia pula yang menjadi tulang punggung timnya, Portugal.
Meski begitu, performa Ronaldo kemudian jadi seperti anti-klimaks. Jika Portugal di turnamen ini hanya bisa bikin gol ke gawang Korea Utara dalam kemenangan 7-0, Ronaldo juga cuma bisa bikin satu gol dalam pesta itu. Selebihnya, 'Samba Eropa' ikut melempem bersama kaptennya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Enggan diikuti terus-terusan, Ronaldo mengibaskan tangan menyuruh si juru kamera pergi. Sambil melihat tepat ke arah kamera, Ronaldo lantas meludah, kendati arahnya bukan langsung ke kamera melainkan ke permukaan lapangan.
Tindak-tanduk dan sikap Ronaldo yang disiarkan langsung ke penjuru dunia itu tak ayal langsung ramai dibicarakan. Boleh jadi tindakannya juga menyinggung para fans yang ada di rumah karena si pemain asal klub Real Madrid memang meludah seraya melihat lekat-lekat ke arah kamera.
Usai insiden itu tadi pun Ronaldo masih sempat bersikap tak ramah dan menolak diwawancarai media. Waktu itu komentarnya hanya satu ketika ditanyakan mengenai nasib Portugal yang tersingkir. "Tanya saja Carlos Queiroz," cetus Ronaldo seperti dikutip ESPN Soccernet.
Nah, kalau soal ludah bagaimana, Ronaldo?
(krs/key)










































