Jika di level klub Ronaldo bisa tampil luar biasa gemilang, bahkan sempat bisa jadi pemain terbaik dunia, di level timnas sekali lagi Ronaldo tak bisa mempersembahkan kemilaunya untuk Portugal di sebuah ajang besar. 'Samba Eropa' baru saja disingkirkan Spanyol dari Piala Dunia 2010 dengan Ronaldo, yang jadi kapten, tak bisa berbuat banyak.
"Aku merasa seperti pria yang hancur, sangat terpukul, frustrasi dan sedih tak terkira," terang Ronaldo dalam keterangan yang dirilis oleh situs Gestifute yang dimiliki oleh agennya, sebagaimana dikutip AFP.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pernyataan itu pun kemudian menimbulkan dugaan kalau si pemain Real Madrid kesal atau kurang setuju dengan strategi pelatihnya. Namun, pemain berusia 25 tahun itu kini membantahnya mentah-mentah.
"Saat aku bilang tanya saja kepada pelatih, itu dikarenakan Carlos Queiroz akan mengadakan sesi konferensi pers. Aku tak dalam posisi untuk menerangkan itu. Aku hanya manusia biasa dan seperti manusia biasa lainnya aku menderita dan aku punya hak untuk menderita sendirian," papar dia. (krs/key)











































