Belanda pada fase grup ditempatkan bersama Jepang, Kamerun dan Denmark. Sungguh bukan grup enteng mengingat rekam jejak para rivalnya yang secara umum juga punya materi pemain berkualitas.
Meski begitu, Belanda lantas praktis tak terhadang. Denmark digebuk 2-0, Jepang ditekuk 1-0 dan Kamerun dipaksa angkat koper usai disungkurkan 2-1.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penampilan Belanda hasil racikan Bert van Marwijk itu belakangan memang dicap tak secantik dulu lagi karena mulai beraroma pragmatisme. Apapun, kenyataannya Belanda masih "sempurna" 100% menang dan sukses sampai ke perempatfinal, sebuah capaian terbaik mereka semenjak Piala Dunia 1998 saat menjadi juara empat.
Nah, yang jadi masalah adalah Belanda kini akan berjumpa Brasil, tim yang kendati juga dituding mulai menganut pragmatisme, tetapi tetap disarati seniman-seniman sepakbola yang bertalenta luar biasa.
Untuk materi pemain, tentu banyak yang akan berargumen kalau individu-individu di timnas Belanda pun tak kalah oke ketimbang yang ada di kubu Brasil. Namun, Van Marwijk sendiri mengakui keunggulan Brasil yang di fase grup sempat diimbangi Portugal 0-0.
"Untuk kali pertama di Afrika Selatan mungkin kamilah yang menjadi underdognya. Kami percaya diri, tapi para pemain Brasil juga punya kepercayaan diri. Mereka nyaris seperti tak terkalahkan," tukas Van Marwijk di Reuters.
Namun demikian, bola itu bundar dan hasil di lapangan bukanlah perkara hitung-hitungan semata. Siapa pemenang dalam laga di Port Elizabeth, Jumat (2/7/2010), ini tentu baru akan ketahuan setelah peluit akhir dibunyikan wasit. (krs/key)











































