Tiki taka adalah sebutan yang disematkan untuk gaya sepakbola yang kini digunakan klub FC Barcelona dan juga timnas Spanyol. Gaya sepakbola yang mendasarkan kepada operan-operan pendek nan cepat ini dicatat Eva Lavric dalam "The linguistics of football" kali pertama dicetuskan oleh jurnalis Spanyol Andres Montes pada Piala Dunia 2006.
Bermodalkan gaya itulah Spanyol kini berusaha menaklukkan Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam sejarah sepakbola negara itu. Namun, sebelum bicara juara atau partai final, La Furia Roja terlebih dulu harus menghadapi Paraguay di babak perempatfinal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sepakbola kami selalu mengenai usaha dan pengaturan taktis, dari situlah permainan kami didasari. Jadi Anda akan mendapati duel dua tim dengan gaya sepakbola berbeda. Cara mereka adalah menciptakan peluang dan cara kami adalah untuk meredam mereka dan kemudian memaksimalkan peluang kami," tegas Kapten Paraguay Justo Villar di Sky Sports.
Hal ini tentu lebih mudah dikatakan ketimbang dilakukan. Namun, secara umum Villar cs sudah punya gambaran bagaimana akan menangkal ancaman dari David Villa dkk dalam pertandingan nanti.
"Kami tak bisa memberikan mereka ruang, mereka adalah tim yang punya sentuhan-sentuhan bagus dan bisa menggulirkan bola dengan amat cepat. Jika kami memberikan mereka ruang sedikit saja maka mereka akan menampar kami di muka," lugas Villar yang juga jadi palang pintu terakhir Paraguay karena berposisi sebagai kiper.
"Mereka adalah tim yang berisi kumpulan individu-individu hebat yang bisa bikin perbedaan. Anda tak bisa membiarkan mereka bergerak di lini tengah, kita bicara tentang salah satu favorit di Piala Dunia," seru penyerang Nelson Haedo Valdez memperingatkan rekan-rekannya.
Mampukah Paraguay menangkal tiki taka Spanyol dan, yang terpenting, meraih kemenangan? Kita tunggu saja saat keduanya berhadapan Minggu (4/7/2010) dinihari WIB.
(krs/a2s)











































