"Shosholoza". Begitu judul lagu yang dinyanyikan secara koor oleh segenap staf hotel dan para penjaga pintu gerbang hotel yang ditinggalkan Diego Forlan cs menuju Johannesburg, tempat duel mereka di perempatfinal.
Di Afrika Selatan, lagu ini diadopsi oleh fans sepakbola dan rugby, yang intinya memberikan semangat ke tim kesayangan. Artinya kira-kira adalah, "Maju Terus, Maju Terus".
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nyanyian "Maju Terus" ini niscaya juga kian membakar semangat para pemain Uruguay yang sedang berusaha kembali menjadi jawara Piala Dunia setelah pernah melakukannya pada tahun 1930 dan 1950.
Dengan tersingkirnya tim-tim tangguh macam Portugal, Prancis, Italia dan Inggris, kans Uruguay duduk di tahta juara tentu sedikit membesar. Cuma sedikit, karena tujuh tim lain yang masih tersisa sudah pasti kuatnya luar biasa.
"Kami mengikuti instruksi pelatih Tabarez dan kami percaya diri bisa mencapai semifinal dan memberikan kebahagiaan untuk orang-orang Uruguay," seru Forlan di malam sebelum kepergian Uruguay dari Kimberley, seperti dikutip Reuters.
Tinggal tiga partai yang harus dilakoni Uruguay untuk bisa jadi juara. Yang pertama adalah menghadapi Ghana di perempatfinal, disusul dengan dua laga berikutnya di semifinal dan kemudian final.
Namun begitu, andalan Uruguay lain, Diego Perez, mengingatkan timnya tak boleh lengah sama sekali. "Kami sangat kesulitan (melawan Korea Selatan di 16 besar), kami mendapat banyak masalah dan amatlah penting bagi kami berbenah untuk bisa lolos ke semifinal," tegas Perez.
(krs/key)











































