Deja Vu & Impian Caniza

Jelang Paraguay vs Spanyol

Deja Vu & Impian Caniza

- Sepakbola
Jumat, 02 Jul 2010 10:59 WIB
Deja Vu & Impian Caniza
Jakarta - Untuk Denis Caniza, berjumpa lagi dengan Spanyol di Piala Dunia bak sebuah deja vu saja. Sebelum ini, sudah dua kali full-back Paraguay itu bertarung dengan para pemain 'Matador' di gelaran Piala Dunia.

Kali pertama Caniza berjumpa Spanyol adalah pada fase grup Piala Dunia 1998. Saat itu si pemilik 94 caps untuk La Albirroja masih berusia 23 tahun. Caniza yang kini berusia 35 tahun ikut membantu meredam La Furia Roja 0-0. Pada akhirnya Spanyol gagal lolos dari fase grup sedangkan Paraguay jadi runner-up.

Pertemuan kedua terjadi di Piala Dunia 2002. Caniza yang usianya sudah bertambah empat tahun kembali dipercaya tampil saat timnya menghadapi Spanyol, lagi-lagi, di fase grup. Kali ini Caniza tak bisa berbuat banyak saat Paraguay dilumat 1-3.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Waktu bergulir ke tahun 2010, jalinan takdir kembali membuat Paraguay dan Spanyol harus berhadapan, kendati kali ini panggungnya lebih megah: babak perempatfinal. Caniza yang sudah menjadi pemain veteran boleh hanya akan dicadangkan oleh Pelatih Gerardo Martino.

Sejauh ini Caniza baru tampil satu kali saat timnya berimbang lawan Selandia Baru di fase grup, tapi pengalamannya tampil di empat gelaran Piala Dunia --1998, 2002, 2006 dan 2010-- jelas tak bisa disepelekan. Caniza pun kini berharap penampilan ke-13 dirinya di putaran final Piala Dunia bisa membawa keberuntungan untuk Paraguay yang juga telah menorehkan capaian terbaiknya setelah sampai ke perempatfinal.
Β 
"Kami punya skuad luar biasa dan generasi pemain-pemain hebat, yang memadukan pengalaman dengan pemain muda. Kami adalah satu keluarga besar yang saling mencintai dan menghormati, dan kami semua adalah teman baik," tegas Caniza di situs FIFA.

Jangan pula mengira bahwa optimisme Caniza yang tersirat dari kalimat itu hanyalah optimisme dadakan setelah melihat laju timnya saat ini. Bahkan ketika Paraguay baru akan menjalani laga di fase grup, kepercayaan diri Caniza memang sudah terlihat tinggi.

"Kenapa kami tak boleh bermimpi untuk setidaknya sampai ke pekan terakhir (Piala Dunia)?" tukas Caniza ketika itu?

(krs/key)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads