Blanc menggantikan Raymond Domenech yang kontraknya habis seiring dengan habisnya kiprah Prancis di Afrika Selatan dengan hasil sangat buruk. Juara dunia 1998 ini harus angkat koper dini usai tersingkir di fase grup dengan finis di urutan buncit Grup A dengan perolehan satu poin dan hanya satu gol.
Hasil di dalam lapangan tersebut adalah pelengkap kisruh di tubuh tim. Dipulangkannya Nicolas Anelka memicu pemogokan latihan oleh sejumlah pemainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kisruh plus hasil buruk jelas membuat publik Prancis berang. Mayoritas media massa yang ada lantas melontarkan cibiran dan 'disambut' dengan sikap skeptis rakyatnya.
Pengangkatan Blanc tersebut dibarengi dengan pengunduran diri resmi Escalettes. Pria berusia 75 tahun ini menyatakan kepercayannya kepada Blanc dan mengaku ikut bertanggung jawab atas prestasi buruk Prancis di Piala Dunia.
"Saya telah memilih untuk mundur karena ini pekerjaan saya. Saya menerima tanggung jawab ini. Raymond Domenech telah mengaku dia telah membuat kesalahan dan saya juga demikian," tukas Escalettes di sebuah konferensi pers yang dikutip Reuters.
"Saya merasa dipermalukan. Saya malu dan saya meminta maaf kepada semua yang mencintai dan mempercayai tim Prancis dan kepada dunia. Saya percaya kepada Laurent Blanc dan kepada tim yang akan dia bangun," demikian Escalettes.
Usai gantung sepatu, Blanc meniti karir sebagai pelatih Bordeaux pada 2007. Mantan pemain yang dahulu mengisi pos sebagai defender tersebut mampu membawa Les Girondis menjadi juara Liga dan Piala Prancis 2009. Blanc kini harus membenahi timnya supaya bisa memenuhi ekspektasi untuk meloloskan Prancis ke putaran final Euro 2012.
(nar/arp)











































