Yunani tidak sanggup melangkah lebih jauh dari babak pertama di Piala Dunia kali ini. Hanya memetik satu kemenangan dan dua kali dipecundangi lawan, Hellas menduduki peringkat ketiga Grup B.
Pasca kegagalan itu, Yunani lantas ditinggalkan oleh Rehhagel, arsitek yang pernah mengantar negeri para dewa itu secara mengejutkan jadi juara Piala Eropa 2004 di Portugal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sangat menghormati pendahulu saya, Mr Rehhagel. Semua pelatih punya cara berpikir dan mentalitas yang berbeda. Mr Rehhagel punya cara melatih dan saya punya cara sendiri," kata Santos di Reuters.
Santos sendiri tidak asing dengan sepakbola Yunani karena sudah melatih di sana sejak tahun 2001. Pekerjaan terakhirnya adalah melatih PAOK FC sejak tahun 2007 silam.
"Saya sudah bekerja di Yunani selama delapan tahun, cukup lama juga. Kami harus mengorganisasi diri dan memandang dengan pikiran jernih. Saya tahu mentalitas orang Yunani dan gairah mereka kepada sepakbola," tukas Santos.
(arp/roz)










































