Pertandingan di Soccer City Stadium, Johannesburg, Sabtu (3/7/2010) dinihari WIB, memasuki menit ke-120 kala kemelut itu terjadi di depan gawang Uruguay. Kemelut yang muncul dari sebuah sepak pojok.
Bola dihalau dengan buru-buru oleh Fernando Muslera, dan memantul dari satu kepala ke kepala lainnya hingga akhirnya disundul oleh Dominic Addiyah. Sundulan Addiyah mengarah tepat ke gawang Uruguay, namun ada Suarez berdiri tepat di garis gawang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bisa dibayangkan, andai Ghana sukses menceploskan bola melalui penalti tersebut, Suarez bisa dituding menjadi penyebab tersingkirnya Uruguay. Tindakannya menghalau bola dengan tangan bisa jadi bakal terus dibahas.
Tetapi, nasib baik masih menaungi penyerang yang sudah mencetak tiga gol di Piala Dunia itu. Gyan yang maju menjadi eksekutor penalti Ghana tak mampu melaksanakan tugasnya dengan baik.
Bola sepakannya membentur mistar gawang dan para pemain Uruguay bersorak. Posisi Suarez yang sempat anjlok berubah jadi "pahlawan". Berkat gagalnya penalti Gyan, handball dan kartu merahnya bukan lagi sebuah kecerobohan, melainkan sebuah pengorbanan. Sebab, tanpa handball-nya, bola sundulan Addiyah sudah pasti masuk ke gawang Uruguay.
Uruguay dan Ghana pun melanjutkan laga ke babak adu penalti. Di sinilah penentuan terjadi. Dua tendangan dari John Mensah dan Addiyah yang digagalkan Muslera membawa La Celeste di atas angin.
Kala Sebastian Abreu membobol jala Richard Kingson, kebahagiaan Uruguay pun meledak. Mereka melaju ke semifinal setelah menang 4-2 melalui adu penalti.
(roz/arp)











































