Sengit benar pertandingan antara Uruguay dengan Ghana, Sabtu (3/7/2010) dinihari WIB. Dengan skor 1-1 di waktu normal, pertandingan memasuki babak perpanjangan waktu.
Menjelang berakhirnya babak tersebut, kemelut lahir di muka gawang Uruguay dan bola hasil tandukan Dominic Addiyah lantas melaju deras ke arah gawang La Celeste. Kiper Fernando Muslera sudah mati kutu sehingga tak bisa menghalau.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tanpa ampun wasit mengganjarnya kartu merah dan memberi penalti untuk Ghana. Pada detik-detik ini Suarez akan jadi kambing hitam jika Ghana bikin gol. Untung buat Suarez, Gyan Asamoah gagal melesakkan bola.
Pertandingan lantas masuk ke babak adu penalti, Uruguay menang dan Suarez pun jadi "pahlawan" dalam kategori yang kurang lazim. Apalagi kartu merahnya berarti dia tak bisa main lawan Belanda di semifinal. "Dikartu merah dengan cara seperti ini jelas layak karena saat itu tak ada cara lain. Saya sangat tenang," aku Suarez di Reuters.
Diego Forlan, yang akan kehilangan tandemnya itu di laga berikutnya, pun menyanjung Suarez. Si Man of The Match dengan lugas menyanjung Suarez sudah jadi penyelamat Uruguay.
"Kami tahu akan berat. Partai ini tuntas dengan luar biasa. Sayangnya Suarez dikartu merah. Meski tak bikin gol, dia sudah mencegah gol lawan, dia menyelamatkan pertandingan ini untuk kami," ceplos Forlan.
(krs/krs)










































