'Ketidakadilan Olahraga untuk Ghana'

'Ketidakadilan Olahraga untuk Ghana'

- Sepakbola
Sabtu, 03 Jul 2010 12:30 WIB
Ketidakadilan Olahraga untuk Ghana
Johannesburg - Ghana hanya bisa mengutuki nasib setelah disingkirkan Uruguay di babak perempatfinal Piala Dunia 2010 lewat drama adu penalti. Ghana pun merasa jadi korban ketidakadilan.

Setelah hanya main imbang 1-1 lawan Uruguay di waktu normal, Ghana harus menjalani babak tambahan. Di akhir babak perpanjangan waktu, Ghana nyaris saja menang.

Dari sebuah kemelut, bola bisa ditanduk Dominic Addiyah ke gawang Uruguay. Si kulit bundar melaju ke gawang yang sedang tak dikawal kipernya, tapi muncul Luis Suarez menghalau dengan tangan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bola urung masuk ke gawang Uruguay dan Suarez dikartu merah karena menyentuh bola yang sudah nyaris pasti jadi gol. Wasit memang juga memberi tendangan penalti untuk Ghana, tapi Gyan Asamoah gagal mengeksekusinya.

Pertandingan pun memasuki babak adu penalti dan Ghana kemudian kalah. Pemain bertahan Ghana John Pantsil tak ayal meradang karena menilai 'Bintang Hitam' harusnya sudah lebih dulu menang lewat gol Addiyah.

"Di menit akhir kami mendapat gol tapi wasit tak memberikannya. Alih-alih memberi gol, dia memberikan penalti. Itu bukan penalti karena Suarez adalah pemain terakhir di muka gawang dan dia menahan bola dengan tangannya," keluh Pantsil di Reuters.

Pelatih Ghana asal Serbia Milovan Rajevac sementara itu sudah memberikan selamat untuk Uruguay. Namun, dia juga tak bisa menyembunyikan kekecewaan.

"Itu adalah ketidakadilan olahraga," gumamnya usai konferensi pers.


(krs/krs)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads