Spanyol sempat berada di ujung tanduk kala Gerard Pique melakukan kecerobohan dengan menarik lengan Oscar Cardozo di dalam kotak penalti. Sementara para pemain Spanyol protes, Wasit Carlos Batres asal Guatemala dengan tegas menyatakan itu pelanggaran. Pique mendapatkan kartu kuning, sementara Paraguay dihadiahi tendangan penalti.
Tetapi ending dari momen di menit 56 itu berakhir menyesakkan bagi Paraguay. Cardozo sendiri yang maju sebagai eksekutornya gagal melaksanakan tugasnya dengan baik. Bersyukurlah Spanyol karena memiliki "orang suci" di bawah mistar; Iker Casillas. Saint Iker sukses memblok tendangan Cardozo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gol? Tidak. Sang pengadil menyatakan gol Xabi tak sah dan harus diulang. Lalu, pada kesempatan kedua, Xabi gagal. Kali ini Villar berhasil menebak arah bola dan membloknya.
Begitulah, Spanyol yang memenangi penguasaan bola sejak awal selalu menemui kebuntuan di depan gawang. Aliran bola dari Xavi Hernandez dan Andres Iniesta berkali-kali mandek. Sementara di lini depan, Fernando Torres tampak mati kutu sampai akhirnya diganti oleh Cesc Fabregas.
Dalam keadaan buntu itulah Villa tampil jadi penyelamat. Aksi penyelamatan penyerang berjuluk El Guaje tersebut diawali oleh operan Iniesta kepada Pedro Rodriguez di luar kotak penalti. Yang terjadi selanjutnya, Pedro melepaskan tembakan terarah, tetapi bola masih membentur tiang gawang.
Bola pantulan tersebutlah yang kemudian dicecar Villa. Dengan cepat, ia melepaskan sontekan kaki kanan. Bola membentur tiang gawang sebelah kanan, lalu sebelah kiri dan akhirnya masuk ke dalam gawang Paraguay. Gol dan kali ini sah! Meski untuk mencapainya, perlu tiga kali membentur tiang gawang dulu.Β
Gol di menit 82 itu akhirnya gagal disamai Paraguay hingga akhir laga dan Spanyol pun berhak tampil di semifinal. Villa pun bak kembali mempertunjukkan aksi tunggal.
Sebelumnya, penyerang Barcelona itu juga menjadi pahlawan Spanyol ketika menekuk Portugal 1-0 di babak perdelapanfinal. Keadaan kala itu sama; dalam keadaan buntu, dan tahu-tahu muncullah Villa dengan golnya.
Ketergantungan Spanyol terhadap pemain berusia 28 tahun itu makin kentara kala melihat statistik. Dari enam gol yang dilesakkan La Furia Roja dalam Piala Dunia kali ini, lima di antaranya dicetak oleh Villa!
Jadi, tak salah jika para pendukung 'Tim Matador' berseru, "Villa! Villa! Villa!"
(roz/arp)











































