Kiprah Paraguay di South Africa 2010 berhenti di babak perempatfinal. Langkah wakil Amerika Selatan ini dihentikan Spanyol.
Meski gagal mengukir prestasi, Paraguay disambut meriah setibanya di tanah air. Namun sambutan meriah itu harus berlanjut dengan kata-kata perpisahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Martino menjelaskan dirinya bakal membantu masa transisi yang akan dialami Guaranies.
Pelatih berkebangsaan Argentina itu belum memastikan masa depannya. Spekulasi yang beredar dia diminati Arab Saudi, Meksiko, dan juga Albiceleste.
Paraguay juga harus berpisah dengan Roque Santa Cruz. "Ini Piala Dunia terakhir bagi saya. Semangat saya berkeinginan untuk maju terus, namun fisik saya mengatakan hal sebaliknya," ujar striker Manchester City itu.
Santa Cruz berseragam Paraguay sejak tahun 1999. Memulai karir saat berusia 17 tahun, Santa Cruz membukukan 21 gol dari 70 kali penampilannya.
Publik Paraguay boleh bernapas lega karena Piala Dunia 2010 bukanlah kali terakhir mereka bisa melihat aksi Santa Cruz berseragam timnas.
Pria yang pernah memperkuat Bayern Muenchen dan Blackburn Rovers itu berencana menjadikan Copa America 2011 sebagai momen untuk berpamitan.
"Kompetisi itu (Copa America) bisa menjadi kado perpisahan bagi saya," ujar Santa Cruz.
Foto: Gerardo Martino (kiri) dan Roque Santa Cruz. Foto diambil pada 18 Juni 2010 (Reuters)
(nar/roz)











































