Beckenbauer membawa Jerman juara pada tahun 1990 saat Piala Dunia dihelat di Italia. Jerman yang kala itu masih bernama Jerman Barat mengalahkan Argentina dengan skor tipis 1-0. Ia juga menjadi kapten tim saat memenangi Piala Dunia 1974 di kandang sendiri.
Sementara Parreira pernah mengantarkan Brasil juara Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat. Tim yang dikalahkan 'Samba' di final saat itu adalah Italia dengan adu penalti.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tidak mengerti semua ucapan Carlos. Tapi apa yang dikatakan benar," ucap Beckenbauer ketika Parreira menjawab pertanyaan wartawan yang memintanya berbicara dengan bahasa Portugal. Sontak seluruh peserta jumpa pers pun tertawa.
Acara yang berlangsung selama hampir 30 menit tersebut berjalan sangat rileks dan santai. Tak lain, karena keduanya bisa berbahasa Inggris dengan baik sehingga tidak perlu ada penerjemah.
"Pelatih yang baik harus bisa minimal dua atau tiga bahasa. Dia juga harus bisa menangani pertanyaan dari media, karena tekanan dari mereka sangat besar," seloroh Parreira, yang sudah mengakhiri tugasnya sebagai pelatih timnas Afsel, setelah Bafana Bafana gagal ke putaran kedua.
"Kalau menurut saya, pelatih sekarang dan dulu beda. Sekarang banyak kamera menyoroti kita. Tidak ada yang seperti ini pada tahun 1990," timpal 'Sang Kaisar'--julukan Beckenbauer.
(mad/roz)










































