Dalam Blitzkrieg, seluruh kekuatan militer yang ada dipusatkan untuk menyerang dengan kecepatan yang luar biasa untuk menembus garis pertahanan musuh. Ketika hal tersebut berhasil dilakukan, kekuatan selanjutnya diarahkan untuk menghancurkan kekuatan musuh di sisi sayap.
Kini strategi yang diterapkan di medan laga sekitar 60 tahun silam tersebut "diadaptasi" oleh pelatih Joachim Loew di lapangan hijau.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jerman mencetak gol cepat dan ini sangat mendukung strategi mereka. Jerman memiliki pemain-pemain menyerang yang mampu bergerak cepat dan mampu unggul cepat," demikian tukas gelandang Spanyol Jesus Navas di situs FIFA.
Dari lima pertandingan yang sudah dijalani di Afrika Selatan kali ini, Philipp Lahm dkk tercatat dua kali mencetak gol pertama di interval sepuluh menit awal yakni melawan Australia dan Argentina. Lukas Podolski merobek gawang Socceroos menit kedelapan. Sementara Thomas Mueller menjebol gawang Tango menit ketiga.
Begitu kick-off, penyerang tengah Miroslav Klose yang menembus bagian tengah pertahanan lawan. Sementara itu dari sisi kiri ada Bastian Schweinsteiger dan Podolski. Dari kanan bek Philipp Lahm juga sering maju membantu serangan. Sementara gelandang lincah Mesut Oezil bergerak dengan bebas.
"Jerman merupakan lawan berat. Mereka cepat dalam meneyerang balik dan mereka sangat percaya diri," ujar Navas.
"Namun kami juga bisa memainkan bola dengan baik dan kami bersiap untuk menciptakan ancaman bagi mereka," tukas pemain Sevilla itu.
Foto: Bastian Schweinsteiger dan Mesut Oezil, pemain yang menempati lini serang Jerman (Getty Images)
(nar/roz)











































