Ketangguhan benteng Belanda tersaji di babak grup. Hanya ada satu gol yang bersarang di gawang Maarten Stekelenburg. Itu pun lahir dari titik penalti yang dieksekusi oleh pemain Kamerun Samuel Eto'o.
Kekokohan benteng Belanda berlanjut di babak 16 besar. Lawan mereka saat itu, Slovakia, juga butuh penalti untuk merobek gawang tim Negeri Kincir Angin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gol Brasil yang dicetak oleh Robinho memanfaatkan celah yang terjadi di bek tengah Belanda. Sedang dua gol Uruguay, satu dicetak oleh Diego Forlan yang kurang mendapat pengawalan ketat dan satu lagi dibukukan Maxi Pereira yang berawal dari tendangan bebas Walter Gargano yang dilakukan dengan cepat.
Bisa jadi bila barisan belakang Belanda lebih sigap, mungkin hingga saat ini lawan masih harus membutuhkan tendangan 12 pas untuk menjebol gawang Wesley Sneijder dkk.
"Saya senang dengan sepakbola menyerang. Namun saya selalu berusaha mengajari tim tentang bertahan," ujar Van Marwijk seperti dikutip dari Reuters.
Masih ada beberapa hari bagi Belanda untuk memperbaiki barisan belakangnya. Sebuah tugas yang wajib dilakukan karena calon lawan yang akan mereka hadapi di final adalah tim-tim yang cukup agresif, yakni Spanyol atau Jerman.
Foto: Bek Belanda Khalid Boulahrouz dan John Heitinga menjaga striker Uruguay Diego Forlan dalam laga semifinal yang berlangsung Rabu (7/7/2010) dinihari WIB (Getty Images)
(nar/arp)











































