Jerman harus bersaing dengan Spanyol dalam memperebutkan satu tiket final Piala Dunia 2010. Keduanya akan berjibaku dalam laga semifinal di Moses Mabhida, Kamis (8/7/2010) dinihari WIB.
Partai ini langsung mengingatkan orang kepada duel sengit antara kedua tim di final Piala Eropa dua tahun silam. Saat itu gol tunggal Fernando Torres jadi pembeda kedua tim: Spanyol juara dan Jerman jadi runner-up.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kenangan pahit itu jelas masih segar membekas di benak para pemain Jerman, termasuk Schweinsteiger yang juga turut serta dalam tim yang dibekuk Spanyol pada Euro 2008. Maka dari itu, si pemain asal Bayern Muenchen tak sudi hasil serupa muncul lagi.
Spanyol memang masih punya gedoran dahsyat dari pemain macam Xavi, Andres Iniesta atau David Villa, tapi Jerman pun tak lagi sama seperti tim dua tahun lalu. "Saya pikir kami sudah banyak berubah ketimbang tahun 2008. Kami memainkan sepakbola yang sama sekali berbeda, tapi Spanyol praktis sama."
Schweini --sapaan akrabnya-- bukannya ingin meremehkan Spanyol dengan komentarnya itu. Dia justru ingin rekan-rekannya tetap waspada dengan kekuatan yang sudah menghancurkan mereka dua tahun lalu.
"Mereka mungkin tak memainkan gaya fantastis yang diharapkan orang-orang, tapi mereka toh tetap memenangi laga-laga mereka. Tim hebat tetap menang meski tak sedang main bagus. Itu yang bikin Spanyol sangat berbahaya," lugas Schweinsteiger.
(krs/key)











































