Forlan butuh delapan bulan sejak digaet The Red Devils pada awal 2002 untuk bisa menorehkan gol pertamanya di Liga Inggris. Dan sampai 18 bulan kemudian ia cuma mampu menambahkan sembilan gol saja.
Pemain pirang itu lalu pindah ke Spanyol, Villarreal (2004) dan Atletico Madrid (2007). Hasilnya, Eropa menyaksikan sesosok penyerang yang tajam, haus gol. Dua kali trofi Sepatu Emas liga Eropa disabet pemain kelahiran 19 Mei 1979 itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya SMS Diego. Dia memang fantastis dan kami semua bangga padanya," demikian diungkapkan Sir Alex pada The Mirror.
Lebih jauh dedengkot MU itu menjelaskan situasi yang membuat Forlan tidak cemerlang di klubnya.
"Kami tak pernah punya masalah dengan dia di Old Trafford. Hanya saja kombinasi dia dengan Ruud van Nistelrooy tidak berjalan baik."
"Anak itu juga punya urusan-urusan lain. Kesehatan adik perempuannya di Spanyol. Pada hal-hal tertentu dia selalu ingin ke Spanyol. Satu-satunya kritik buat diri kami adalah, kami menjualnya terlalu murah."
MU membeli pemain tersebut dari Independiente seharga 6,9 juta poundsterling, tapi melepasnya ke Villarreal hanya sekitar dua juta pounds. Villarreal untung besar karena kemudian Atletico menebusnya sampai 21 juta euro.
"Dia bisa saja menjadi pahlawan (di MU). Dia pemain yang hebat dan profesional yang mencengangkan," pungkas Ferguson.
Forlan adalah anak mantan pemain bola internasional Uruguay, Pablo Forlan, yang pernah tampil di Piala Dunia 1974. Wikipedia mencatat, dulunya Forlan lebih berbakat di cabang tenis. Tapi ketika saudara perempuannya mengalami kecelakaan mobil yang membuatnya dirawat intensif lima bulan, dan menewaskan pacarnya, ia memutuskan mengikuti trandisi keluarganya dan berkonsentrasi ke sepakbola.
(a2s/krs)











































