Kemenangan Spanyol 1-0 dinihari tadi di partai semifinal menghentikan langkah apik Jerman di turnamen ini. Penampilan impresif juara dunia tiga kali itu saat menghajar Inggris dan Argentina hilang begitu saja.
Impian untuk bertemu Belanda di final dan merebut titel keempat mereka pun musnah. Kini untuk kedua kalinya secara beruntun Jerman harus bertarung di perebutan tempat ketiga dan Uruguay jadi lawannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mimpi juara Piala Dunia telah hancur. Jarak antara Spanyol dengan tim muda kami terlalu jauh. Kekalahan 0-1 di semifinal ini pantas," tulis harian Bild yang dilansir AFP.
"Tapi tetap tegakkan kepalamu, kawan! Karena kita akan membawa kembali trofi itu empat tahun lagi di Piala Dunia Brasil," sambungnya merujuk pada misi Jerman jadi juara di PD 2014.
Tak hany Bild, media lokal lainnya The Die Welt pun menyuarakan keyakinan tinggi akan peluang tim Jerman di Piala Dunia selanjutnya dengan materi pemain muda seperti sekarang.
Di halaman depan, The Die Welt menulis "1954, 1974, 1990 .... 2014" menunjukkan tahun saat Jerman merebut trofi PD dan yang keempat segera diambil di Brasil 2014.
"Tim ini bisa tampil hebat dalam beberapa tahun mendatang," tulisnya.
"Spanyol terlalu kuat, pasukan Jogi terlalu muda. Tim muda Jerman ini adalah kerangka untuk masa depan," puji harian BZ.
Namun tak hanya pujian yang datang tapi sedikit kritik pun datang ke tubuh tim Jerman. Yang dipertanyakan tentunya kenapa Jerman bisa jadi antiklimaks di partai tersebut.
"Spanyol adalah favorit sebelum Piala Dunia dimulai dan pantas menang... saat ini kami sangat lemah dalam hal keberanian dan kecerdasan. Tidak ada satu pun 'pemain Jerman' yang tampil memukau seluruh dunia," tulis Bild.
"Apakah itu respek yang berlebihan kepada para pesepakbola dengan nama besar? Atau ekspetasi yang terlalu tinggi pada pemain kita?,"
"Kekecewaan atas kekalahan 0-1 ini sangatlah besar. Kemarin Spanyol memainkan sepakbola lebih baik. Silahkan diingat," sambung Die Welt lagi.
"Dan mari kita rayakan apa yang telah tim Jerman ini berikan kepada kita dalam hari-hari menyenangkan di Afrika Selatan. Nama-nama yang semakin dikenal dan kepuasan dari sebagian orang di dunia ini," pungkas Die Welt.
(mrp/krs)











































