Del Bosque pada umumnya menggunakan formasi 4-2-3-1. Empat kuartet bek, Sergio Ramos-Gerard Pique-Carles Puyol-Joan Capdevilla, selalu menjadi pilihan. Di depan keempatnya ada dua holding midfielder yang hampir selalu menjadi starter; Xabi Alonso dan Sergio Busquets.
Kerjasama Pique-Puyol sebagai palang pintu--ditambah Iker Casillas di bawah mistar--terbukti ideal lantaran Spanyol baru kebobolan dua gol sejauh ini. Sementara Xabi dan Busquets efektif dalam melindungi pertahanan. Kinerja Busquets terlihat kala ia mematikan gerak Mesut Oezil pada laga melawan Jerman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada laga melawan Jerman, posisi Torres digantikan oleh Pedro Rodriguez sehingga Villa diplot untuk menjadi penyerang tunggal di depan. Del Bosque beralasan, taktik ini ia terapkan untuk menguras pertahanan Der Panzer dengan kecepatan Villa dan Pedro di sisi sayap.
Sejauh ini, pergantian Pedro-Torres tersebutlah yang paling signifikan dilakukan oleh Del Bosque. Pertanyaannya, siapa yang bakal menjadi starter pada laga final nanti?
"Kami memakai beberapa pemain yang sama dalam enam pertandingan terakhir ini. Jadi, saya pikir tak akan banyak perubahan," ucapnya di Yahoosports.
"Kami senang melihat kinerja Pedro. Kami menginginkannya untuk menggempur (Philipp) Lahm ketimbang membantu bertahan," tukasnya.
(roz/arp)










































