Menuju Kerajaan Olahraga Spanyol

Menuju Kerajaan Olahraga Spanyol

- Sepakbola
Jumat, 09 Jul 2010 11:18 WIB
Menuju Kerajaan Olahraga Spanyol
Jakarta - Di abad 16 dan 17 Spanyol pernah membangun kerajaannya ke Amerika, Afrika, bahkan Asia. Mereka bisa melakukan hal itu lagi dengan melakukan "invasi" di dunia olahraga termasuk sepakbola.

Dua tahun lalu adalah salah stu puncak kejayaan dunia olahraga Spanyol. Tim sepakbola mereka menjadi juara Eropa, Barcelona menjuarai Liga Champions, Rafael Nadal bertengger sebagai petenis nomor satu dunia, tim Piala Davis-nya juara, Carlos Sastre memenangi balap sepeda paling bergengsi Tour de France.

Spanyol dinilai sedang dalam periode membangun generasi emasnya di dunia olahraga. Atlet-atlet terbaik "Negeri Matador" silih berganti membuat bendera negaranya berkibar, setidaknya dalam lima tahun belakangan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di cabang Formula 1 sebut saja Fernando Alonso yang muncul sebagai pembalap muda terbaik dengan gelar juara dunia 2005 & 2006.

Di tahun 2010 pun Alonso kembali ingin merebut supremasinya. Walaupun tercecer di luar tiga besar, namun dengan seri yang masih tersisa banyak, peluang Alonso jadi juara masih terbuka lebar, dengan tim Ferrari.

Di kancah balapan yang lain, rider-rider Spanyol mulai unjuk gigi di arena MotoGP. Prestasi terbaik mungkin akan diukir di musim ini saat Jorge Lorenzo dan Dani Pedrosa berebut titel juara.

Di cabang bola basket, Pau Gasol menjadi pilar keberhasilan LA Lakers dalam menguasai NBA dua tahun terakhir. Tak pelak, ia merupakan pebasket Spanyol paling tenar. Timnas basket yang berjuluk La NBA pun menempati urutan ketiga dalam ranking FIBA dan juga juara bertahan EUROBasket (Piala Eropa-nya basket).

Di balap sepeda, pembalap Spanyol selalu mendominasi Tour De France sejak musim 2006. Oscar Pereiro dan Carlos Sestre melakukannya di 2006 & 2008, Alberto Contador meraihnya dua kali di 2007 serta 2009. Di musim ini Contandor masih berpeluang mempertahankan gelar juaranya meski masih berada di urutan ke-9 klasemen.

Rafael Nadal adalah putra kebanggan Spanyol yang berjaya di bidang tenis. Tahun ini bisa dibilang kebangkitan lagi Nadal setelah tahun kelamnya di 2009. Buktinya adalah ia kembali bertahta sebagai petenis nomor satu dunia lewat raihan gelar Prancis Terbuka dan Wimbledon.

Kini Iker Casillas dkk mencoba mengukuhkan dominasi Spanyol di cabang sepakbola, di pentas terbesar bernama Piala Dunia. Untuk pertama kalinya mereka akan tampil di babak final, dan jika mampu mengalahkan Belanda, itu akan melengkapi titel Piala Eropa yang mereka raih dua tahun lalu.

"Ketika sebuah tim itu terstruktur, maka talenta individu akan lebih mudah bersinar. Kami dianugerahi pemain-pemain hebat dan itu membuat segalanya mudah," ujar pelatih La Furia Roja Vicente Del Bosque usai kemenangan 1-0 atas Jerman di semifinal kemarin.

"Kami sudah menaklukkan Eropa dan sebentar lagi dunia. Banyak hal luar biasa di Spanyol dan salah satunya sepakbola. Kami sudah lama tidak mengecap kesuksesan dan sekarang kami pantas untuk berjaya dan berada di level top," tegas Del Bosque.

Dengan talenta berbakat yang melimpah ini saatnya generasi emas 'Pasukan Matador' mengukir tinta emas di sejarah persepakbolaan mereka. Akhir dari laga kontra Belanda di Soccer City Stadium 11 Juli akan membuktikan semuanya. (mrp/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads