Bukan Sekadar Perang Antar-Gelandang

Jelang Final

Bukan Sekadar Perang Antar-Gelandang

- Sepakbola
Minggu, 11 Jul 2010 09:01 WIB
Bukan Sekadar Perang Antar-Gelandang
Johannesburg - Belanda dan Spanyol sama-sama dilimpahi gelandang-gelandang kelas wahid. Namun, Xavi Hernandez meyakini bahwa laga final nanti bukan sekadar perang antar-gelandang.

Sebut saja deretan nama Wesley Sneijder, Arjen Robben, Dirk Kuyt hingga Rafael Van der Vaart di kubu Belanda. Atau mungkin, Xavi, Andres Iniesta, Xabi Alonso, Cesc Fabregas hingga Sergio Busquets di Spanyol. Laga final menjanjikan sesuatu yang menarik karena beberapa alasan.

Para gelandang Belanda tak hanya piawai dalam menguasai bola. Mereka juga cepat dan kerap menyelesaikan peluang sendiri tanpa harus mengandalkan Robin Van Persie yang diplot sebagai striker tunggal. Sebagai bukti, Sneijder sudah mencetak lima gol sejauh ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara para gelandang Spanyol dikenal jago dalam menjaga penguasaan bola. Siapa tak mengenal operan satu-dua nan cepat milik Xavi dan Iniesta? Atau mungkin operan jauh khas Xabi? Belum kalau Fabregas akhirnya dimainkan. Kapten Arsenal ini dikenal tak hanya jago passing di klubnya, tapi punya visi permainan.

Siapa yang punya lini tengah paling tangguh diyakini bakal memenangi penguasaan bola. Namun, Xavi berpendapat bahwa pertandingan final kali ini tak melulu soal gelandang bagus, melainkan juga melibatkan soal penguasaan bola.

"Benar, jika tim mana pun yang lebih banyak menguasai bola sudah setengah menang. Kami akan berusaha untuk memakai gaya permaianan kami sejak menit pertama. Tetapi begitu pula dengan Belanda. Penguasaan bola akan menjadi kunci," ujarnya seperti dilansir Yahoosports.

Dikatakan Xavi, yang ingin ditampilkan Spanyol bukan sekadar possession football, melainkan sepakbola menyerang nan atraktif. Sejauh ini, mereka telah menerapkan sepakbola menyerang itu, namun, sayangnya, masih minim gol.

Sampai ke final, Spanyol baru mencetak tujuh gol dengan lima di antaranya dihasilkan oleh David Villa.

"Spanyol selalu berusaha memainkan sepakbola atraktif, sebuah sepakbola yang ofensif. Itulah yang kami suka, dan orang-orang tahu ini. Tetapi, Belanda juga memainkan apa yang kami lakukan" tandasnya.


(roz/krs)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads