Untuk diketahui Spanyol itu terdiri dari empat suku besar yaitu Castilla, Catalan, Basque dan Galicia. Yang pertama disebut banyak bermukim di ibukota Madrid karena kebanyakan mereka dulunya adalah pendukung rezim Jenderal Franco.
Catalan dan Basque dianggap sebagai pemberontak oleh Franco saat itu dan membuat mereka terasingkan. Contohnya adalah Catalan hingga kini selalu menuntut kemerdekaan dari pemerintah dan membentuk negara sendiri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sehari sebelum final tepatnya Sabtu (10/7) digelar bahkan terjadi demonstrasi besar-besaran di sebelah Timur Laut Spanyol oleh jutaan orang Catalan yang mengibarkan bendera Catalan yang bertuliskan "Kami ini negara, Kami menentukan nasib kami sendiri". Tujuannya pun masih sama yaitu meminta pemisahan diri dari Spanyol.
Tentunya hal itu miris jika melihat kini skuad La Furia Roja justru didominasi anak-anak Catalan selain Madrid, Basque serta Andalusia.
Maka berterimakasihlah pada Luis Aragones yang berjuang keras selama empat tahun dari tahun 2004 untuk menghapuskan segala perbedaan etnis itu dan berujung pada trofi Piala Eropa 2008. Banyak yang menilai tak kunjung berprestasinya Spanyol di masa dulu akibat masalah ke-sukuan yang ada di tim itu.
Kini Vicente Del Bosque yang di ambang sejarah membawa Spanyol menjadi juara dunia pertama kali punya harapan yang sama, yaitu trofi Copa Mundial akan jadi alat pemersatu paling ampuh bagi seluruh rakyat 'Negeri Matador' itu.
"Banyak pemain yang berasal dari seluruh Spanyol di skuad ini, kami bersatu dan saya harap rasa persatuan juga tercipta di Spanyol sana," pinta Del Bosque yang dilansir AFP.
"Saya pikir olahraga banyak membawa hal bagus dan saya harap sepakbola dapat membawa hubungan yang lebih baik lagi di negara kami," tegasnya.
(mrp/mrp)










































