Seperti diketahui, Prancis mengalami kehancuran di Afrika Selatan. Tidak hanya angkat koper lebih awal setelah kalah dari tim tuan rumah plus finis di urutan terbawah Grup A dengan satu angka dan satu gol, skuad 'Ayam Jantan' juga mengalami konflik intern parah.
Berawal dari dipulangkannya Nicolas Anelka karena berselisih dengan pelatih Raymond Domenech. Para pemain terkesan 'tidak terima' dan protes yang dilakukan lewat boikot latihan. Masalah berlanjut dengan perselisihan paham antara Patrice Evra dan pelatih kebugaran yang berujung pada mundurnya Presiden sepakbola Prancis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Prancis tidak cuma mengalami konflik antara pemain dengan pelatihnya. Namun juga terdapat rumor yang menyebutkan bahwa Gourcuff ditekan oleh pemain senior macam Franck Ribery dan Nicolas Anelka.
"Kabar itu sama sekali tidak benar. Saya bahkan pernah mendengar saya harus melerai (pertengkaran) antara Franck dan Yoann, benar-benar kabar sampah. Mereka bahkan tidak pernah berdebat," tegas gelandang yang lahir 26 tahun silam itu.
(nar/arp)











































