Semula nama-nama seperti Wayne Rooney, Lionel Messi, Cristiano Ronaldo, Fernando Torres, atau Kaka diharapkan bisa bersinar di Piala Dunia 2010.
Namun hingga berakhirnya turnamen, tak satu pun dari mereka yang bisa menjadi juara. Jangankan juara, masuk final pun tidak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kebugaran pemain selalu menjadi isu utama di Piala Dunia. Kami selalu bertanya-tanya, berapa jumlah laga yang bisa diterima oleh fisik pemain? 70 atau kurang adari itu?" ujar ketua panitia Piala Dunia 2010 Danny Jordaan di Soccernet.
"Sebelum Piala Dunia 1998, saya pernah berdiskusi dengan bek Afrika Selatan Lucas Radebe. Ketika itu dia masih memperkuat Leeds United. Dia mengatakan bahwa di akhir musim, fisik pemain tidak bisa mengatasi tekanan dan tidak bisa mengeluarkan tenaga ekstra yang diperlukan di Piala Dunia."
Jordaan mengambil contoh pemain asal Benua Hitam yang memperkuat klub Liga Inggris, kemudian di beberapa kesempatan harus tampil di Piala Afika, kemudian kembali ke klub, melakoni kompetisi domestik dan beberapa waktu setelah musim kompetisi berakhir harus tampil di Piala Dunia.
"Apakah jadwal seperti itu bisa diterima? Menurut saya tidak. Kita benar-benar membutuhkan terobosan baru untuk Piala Dunia 2014 nanti."
"Kami semua harus memastikan bahwa pemain-pemain itu memiliki istirahat yang cukup sebelum menjalani Piala Dunia di Brasil yang pastinya menarik animo besar penonton," pungkas Jordaan.
Mungkin kompetisi Eropa bisa meniru Bundesliga yang memiliki masa winter break yang hampir sebulan penuh. Hasilnya bisa dilihat dengan prestasi Jerman di Piala Dunia, di mana Der Panzer cukup sering menggapai babak semifinal. (nar/roz)











































