Laporan cuaca terakhir menyebutkan, suhu di sekitar Johannesburg usai pertandingan berlangsung mencapai 4 derajat celcius. Itu di luar kecepatan angin yang mencapai 15 km/jam.
Sejak siang hari, angin kencang sudah membuat kawasan sekitar Soccer City tertutupi debu. Kondisi di malam hari, tak jauh lebih baik karena selain debu, temperatur juga terus menurun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka hanya berteriak-teriak sambil menyanyikan yel-yel kemenangan. Setelah itu, semua bergegas pulang.
"Dingin sekali kawan, kami mungkin akan berpesta di hotel saja sampai pagi atau di pusat kota," jelas Pablo, pemuda asal Barcelona.
Para suporter terlihat mengenakan jaket tebal dan semua perlengkapan musim dingin. Tangan yang tak bersarung kompak dimasukkan ke dalam kantong celana.
Untuk diketahui, musim dingin di Afrika Selatan memang selalu terjadi di bulan Juni hingga Juli. Di Johannesburg, suhu terdingin bisa mencapai - 3 derajat celcius.
Kondisi ini membuat para suporter harus mengenakan busana winter, terlebih jika pertandingan digelar pada malam hari. Pemain pun sama. Dalam beberapa laga di Soccer City atau stadion lainnya, para pemain cadangan kerap memakai selimut di bench.
(a2s/krs)











































