Total lima gol dibuat Thomas di Afrika Selatan. Jumlah ini setara dengan pundi-pundi gol Wesley Sneijder (Belanda), David Villa (Spanyol) dan Diego Forlan (Uruguay), tapi Mueller tetap berhak atas Sepatu Emas karena punya jumlah assist lebih banyak yakni tiga.
Untuk Thomas Mueller, capaian ini jelas luar biasa. Bagaimana tidak, saat memulai Piala Dunia 2010 pemain berusia 20 tahun tersebut hanya memiliki dua caps saja untuk 'Der Panzer'. Oleh karena usia pula maka dia lantas juga mendapat predikat Pemain Muda Terbaik di turnamen itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ini tak ayal membuat para fans Jerman berandai-andai jika saja Mueller bisa main saat itu maka pasukan Joachim Loew mungkin takkan kalah dari 'Tim Matador' yang pada akhirnya keluar jadi jawara.
Apa pun, Mueller lantas ikut membantu timnya menempati posisi tiga di Piala Dunia 2010 setelah sumbang satu gol dalam kemenangan 3-2 atas Uruguay. Ini menggenapkan total golnya menjadi lima.
Dengan demikian, Thomas pun menjadi Mueller kedua yang berhasil menjadi topskorer untuk Jerman setelah sebelumnya ada nama Gerd Mueller. Pemain berjuluk "Der Bomber" itu menjadi pencetak gol terbanyak di Piala Dunia 1970 usai bikin sepuluh gol. Sebagai informasi, tak ada hubungan keluarga di antara keduanya meski bernama belakang sama.
"Tentu saja saya secara khusus bangga sudah memenangi Sepatu Emas 40 tahun setelah Gerd Mueller," ceplos Mueller muda di dalam pesawat pulang menuju Jerman, seperti dikutip thelocal.de.
Keberhasilan ini juga membuat pemain Jerman sukses menjadi topskorer dua Piala Dunia berturut-turut setelah Miroslav Klose juga melakukannya empat tahun silam. Saat itu Klose membuat lima gol.
Dalam sejarah keikutsertaan Jerman sendiri di Piala Dunia, hanya tiga kali pemainnya bisa menjadi topskorer. Gerd Mueller melakukannya dalam usia 25 tahun, Klose 28 tahun dan kini Thomas Mueller dalam usia jauh lebih muda, 20 tahun.
Dengan usianya saat ini, sangat mungkin gebrakan-gebrakan lain akan dibuat Thomas Mueller. Potensi ini tak luput dari pengamatan Gerd Mueller yang sebelum ini memang sudah habis-habisan memuji yuniornya.
(krs/a2s)











































