Disambut bagaikan pahlawan di rumah sendiri tentunya menjadi momen mengharukan bagi tim besutan Oscar Tabarez ini. Puluhan ribu pendukungnya mengelu-elukan mereka sembari mengibarkan bendera. Bahkan, para fans rela menunggu berjam-jam di tengah kota untuk acara inagurasi padahal suhu udara hampir membeku karena musim dingin. Sang presiden Jose Mujica pun juga turut hadir di antara keramaian sebagai ungkapan rasa terima kasih kepada tim.
Bahkan salah satu fans berujar sudah mati rasa akan kakinya karena kedinginan hanya untuk menunjukkan rasa bangganya pada tim. "Kaki saya sudah mati rasa karena kedinginan, tapi satu-satunya yang penting hari ini adalah menunjukkan kepada pemain bahwa kami bangga dan berterima kasih pada mereka," ujar seorang pendukung bernama Patricia Rodriguez seperti dilansir oleh Reuters.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sangat berterima kasih kepada masyarakat. Para pemain layak menerima penghargaan seperti ini, tapi ini melebihi imajinasi kami," ujar Tabarez di depan publik.
Finis keempat di Piala Dunia 2010 ini adalah capaian terbaik Uruguay semenjak Piala Dunia 1970, 40 tahun silam, saat mereka menempati posisi serupa. Meski tidak ada trofi secara tim, namun masyarakat Uruguay boleh bangga karena salah satu personel La Celeste yakni Diego Forlan terpilih sebagai pemain terbaik turnamen.
Foto: Para pemain Uruguay mengangkat Diego Forlan dalam acara pesta penyambutan yang digelar di Montevideo, Selasa (13/7/2010) waktu setempat (Reuters)
(nar/roz)











































