Belanda takluk dari Spanyol 0-1 dalam laga final yang digelar Senin (12/7/2010) dinihari WIB. Gol kemenangan yang dikemas Andres Iniesta lahir di babak extra time.
Kegagalan ini membuat Belanda untuk ketiga kalinya gagal mengakhiri final Piala Dunia dengan kisah manis, setelah sebelumnya di tahun 1974 dan 1978.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diberitakan AD Sportwereld, pelatih Bert van Marwijk juga terlihat kurang mood ketika memimpin pasukannya mengunjungi perdana menteri Peter Balkenende dan Ratu Beatrice. "Pikiran ini terus ada dalam kepala saya. Sebab kami begitu dekat (dengan juara). Kami seharusnya bisa menang," tandas pelatih Van Marwijk.
Penampilan tim Negeri Kincir Angin di Afrika Selatan mendapatkan kritik karena mereka meninggalkan mazhab total football yang menjadi ciri khas Belanda selama ini. Di final, Giovanni van Bronckhorst dkk. dituding bermain keras yang menjurus kasar.
Meski begitu dukungan tetap datang dari warga Belanda, yang memberikan sambutan meriah kepada tim nasionalnya setibanya mereka di tanah air.
"Tim Belanda adalah tim yang memiliki keseimbangan. Tim yang kuat secara fisik dan mental. Tim yang begitu harmonis, memiliki disiplin kolektif, tangguh, memiliki semangat juang dan kepercayaan diri," ujar perdana menteri Peter Balkenende.
"Lihatlah seberapa jauh sikap seperti itu berpengaruh pada Belanda di turnamen ini. Prestasi mereka luar biasa. Pujian layak diberikan kepada para pemain, staf, dan juga Bert van Marwijk. Prestasi ini memberikan efek bagus bagi negara ini. Oranje adalah satu, dan Belanda satu tekad berada di belakang Oranje."
(nar/krs)











































