'Nyanyian' Anelka

'Nyanyian' Anelka

- Sepakbola
Kamis, 15 Jul 2010 18:00 WIB
Nyanyian Anelka
Paris - Nicolas Anelka "bernyanyi" soal kekacauan Prancis di Piala Dunia 2010. Ia mengklaim dirinya bukan aktor tunggal di balik kekisruhan. Anelka juga melontarkan ucapan pedas kepada pengkritiknya.

Kekisruhan Prancis berawal dari dipulangkannya Anelka akibat berseteru dengan pelatih Raymond Domenech. Dalam perkembangan selanjutnya, para pemain mogok latihan.

Salah seorang ofisial tim Les Bleus mengatakan bahwa ada empat pemain yang menjadi otak dari kekacauan ini termasuk Anelka. Ofisial tersebut juga menyebut ada sejumlah pemain muda yang datang menghadap Domenech, selanjutnya menangis dan menyesali dengan apa yang tengah terjadi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Anelka boleh jadi gerah dengan cap pengkhianat tersebut. Striker Chelsea itu mengklaim bahwa semua pemain terlibat dalam aksi pemberontakan tersebut.

"Jika bukan saya yang membuat segala hal ini mengemuka, maka akan ada pemain lain yang melakukannya. Kondisi ini ibarat sebuah bom waktu yang tinggal menunggu waktu untuk meledak," ujar Anelka seperti dikutip dari AFP.

"Semuanya. Saya benar-benar mengatakan semua pemain, bersatu dalam hal ini."

Pemain yang pernah memperkuat Arsenal, Real Madrid dan Liverpool itu selanjutnya menantang bagi para pemain lain yang tidak mendapatkan cap pengkhianat, untuk mengaku.

"Jika ada pemain yang (ketika itu) berniat untuk mengikuti latihan, saya ingin mereka bicara sekarang. Namun saya yakin 100 persen tidak ada yang mau melakukan keinginan saya," tegas Anelka.

Pemain kelahiran 14 Maret 1979 itu juga membalas kritik yang pernah dilontarkan mantan pemain Prancis, khususnya Bixente Lizarazu.

"Ketika Anda menjadi pemain, maka Anda harus mendapatkan respek. Lizarazu, siapa dia? Dia cuma seorang mantan pemain yang kurang mendapatkan pengakuan, dan kini dia mencoba untuk unjuk diri melalui tindakannya yang bagaikan torpedo," seru Anelka.





Foto: Nicolas Anelka (tengah) dalam laga Prancis kontra Uruguay di Piala Dunia 2010 (11/6/2010) (Getty Images)


(nar/krs)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads