Hal tersebut diungkapkan oleh eks penggawa Inggris Gary Lineker. Menilik pada laga uji coba terakhir Inggris kontra Peru, Sturridge dinilai patut mendapatkan tempat utama di lini depan tim 'Tiga Singa'.
Pada laga yang dimenangi Inggris 3-0 itu, Sturridge mencetak gol pembuka. Dia ditempatkan sebagai ujung tombak dalam formasi 4-2-3-1 di mana Rooney menempati posisi di belakang Sturridge alias posisi No.10.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Wayne bisa bermain di mana saja. Dia bisa bermain di kanan, dia bisa bermain di kiri, dia bahkan bisa memainkan peran penyerang-gelandang. Tapi pertanyaannya adalah apakah Anda punya pemain yang lebih baik di posisi-posisi tersebut dari Wayne Rooney?" ungkap Lineker, yang selanjutnya menyebutkan nama-nama Raheem Sterling, Adam Lallana, dan Danny Welbeck sebagai pesaing Rooney di tiga posisi tersebut.
Lebih lanjut, Sturridge dianggap Lineker pantas jadi andalan di posisi ujung tombak ketimbang Rooney karena punya kemampuan menyelesaikan kesempatan yang sangat baik. Faktanya, gol pemain Liverpool itu ke gawang Peru tercipta berkat insting yang tajam.
Menerima bola dari Glen Johnson di sisi kanan, Sturridge berlari memotong ke tengah dan melepaskan tembakan melengkung ke pojok kiri atas gawang dari luar kotak penalti. Belum lagi mempertimbangkan torehan 21 golnya di Liga Inggris musim ini, yang menjadikan penyerang 24 tahun itu top skorer kedua di belakang Luis Suarez.
"Bagi saya, satu hal yang seharusnya ditetapkan, melihat kebugaran dan penampilannya, yakni Sturridge tampil di depan sebagai penyerang tengah," lanjut Lineker seperti dikutip Independent.
"Sturridge memberikan kami opsi berbeda. Dia memberikan kami ancaman di belakang pertahanan lawan dan itu adalah sesuatu yang Rooney tidak sering lakukan."
"Dia (Rooney) bagus dalam mencari posisi, membuka ruang, melakukan tembakan, dan memberikan pengaruh terhadap pemain lain, juga pekerja keras. Tapi di belakang pertahanan lawan, itu adalah wilayah Sturridge."
"Itu membuat lawan gugup, sehingga mereka mundur lebih dalam yang mana menciptakan ruang lebih lebar antara bek dan lini tengah untuk dieksploitasi pemain lain. Jika kami bisa melakukannya, itu membuat tim-tim berpikir," demikian pemilik 80 caps di timnas Inggris ini.
(raw/mrp)











































