Piala Dunia akan dibuka dengan laga antara Brasil kontra Kroasia di Arena Corinthians, Jumat (13/6/2014) dinihari WIB. Sebagai tuan rumah, Brasil jelas ingin mengirim pesan kepada para rival dengan kemenangan, sementara Kroasia juga bakal berupaya meraih poin penuh demi momentum bagus.
Menilik komposisi pemain kedua tim, lini tengah diprediksi menjadi wilayah yang bakal jadi arena pertarungan ketat. Apalagi area ini ditempati pemain-pemain yang relatif seimbang dan berkualitas dari kedua kubu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lini ini bakal jadi sumber kekuatan kedua tim. Brasil, jika trio tersebut bermain bersamaan, maka Gustavo bakal diberikan peran sebagai jangkar dan ditugaskan melindungi lini pertahanan. Faktanya, sepanjang musim 2013-2014 lalu di Liga Jerman, Gustavo rata-rata mencatatkan 3,4 tekel dan 2,4 intersepsi per laga.
Catatan ini lebih baik dari milik Modric yang memerankan tugas sama di Kroasia. Pemain Madrid ini cuma mencatatkan rata-rata 2,1 tekel dan 1,4 intersepsi per partainya. Meski demikian, Modric unggul di sisi lain yakni soal menyusun serangan.
Sepanjang musim 2013-2014, eks Tottenham Hotspur ini mencatatkan rataan 58,4 umpan per laga dengan akurasi mencapai 89,7%. Catatan ini mengungguli milik Gustavo yang hanya melakukan umpan rata-rata 48,3 kali per pertandingan dengan akurasi 86,6%. Maka hampir dipastikan Modric bakal diandalkan pelatih Niko Kovac untuk mendikte tempo dan membangun permainan.
Untuk peran gelandang box to box, Brasil bakal mengandalkan Paulinho untuk menjaga keseimbangan tim. Sepanjang musim lalu, gelandang 25 tahun ini tampil 30 kali bersama Tottenham Hotspur dengan mencatatkan akurasi umpan 84,5% dan rata-rata 2,2 tekel per laga.
Catatan ini jauh lebih baik dari milik Rakitic, sosok yang diyakini mengemban tugas serupa. Pemain Sevilla itu cuma punya akurasi umpan 79,7% dan rataan tekelnya hanya 1,6 per pertandingan. Tapi sekali lagi, Kroasia lebih unggul secara kreativitas dan menciptakan peluang.
Rakitic yang baru saja mengantarkan Sevilla juara Liga Europa produktif dengan 12 gol dan 10 assist di Liga Spanyol. Catatan lain yang perlu diwaspadai Brasil adalah pemain ini rata-rata membuat 2,3 umpan kunci tiap pertandingan.
Dua sosok terakhir yang akan berduel adalah Oscar dan Kovacic. Membandingkan laju keduanya sepanjang musim lalu di level klub, Oscar jelas lebih baik. Pemain 22 tahun itu memberikan kontribusi besar terhadap Chelsea dan mengungguli Kovacic yang akan jadi rivalnya besok.
Tampil 33 kali (24 sebagai starter) di Premier League, Oscar menyumbangkan delapan gol dan dua assist. Dia juga mencatatkan rataan 2,2 tembakan dan 1,5 umpan kunci per laga. Sebagai perbandingan, Kovacic yang tampil 32 kali (14 sebagai starter) tak mencetak satupun gol dan membukukan empat assist.
Kontribusinya dalam serangan Inter Milan juga kurang oke dengan rata-rata hanya melakukan 0,6 tembakan plus 0,9 umpan kunci per pertandingan. Namun demikian, Kovacic tercatat lebih berani melakukan tusukan dengan bola dan lebih baik soal akurasi umpan ketimbang Oscar.
Kovacic tercatat melakukan rata-rata 2,2 dribel per laga dan akurasi umpannya mencapai 89,8%. Ini lebih baik dari milik Oscar yang hanya membukukan 0,8 dribel per partai dengan akurasi umpan 83,3%. Demikian seperti disadur dari whoscored.
Baik Oscar maupun Kovacic sendiri kemungkinan besar bakal memerankan posisi playmaker dan bertugas mengkreasi peluang untuk para penyerang. Oscar bisa disebut sebagai kunci aliran serangan Brasil, sementara tugas Kovacic akan sedikit terbantu dengan keberadaan Rakitic yang juga lihai mengkreasi serangan.
Menilik komposisi gelandang dari kedua tim, Brasil tampak lebih seimbang sementara Kroasia cenderung kurang kokoh di paruh belakang, kendati paruh depan mereka cukup oke. Bagaimanapun, siapa yang lebih baik bakal ditentukan pada laga Jumat nanti. Brasil ataukah Kroasia yang mengawali Piala Dunia dengan positif?
(raw/roz)










































