Italia menang 2-1 atas Inggris di Arena Amazonia, Manaus Minggu (15/6/2014). Laga itu bergulir di tengah suhu udara yang dianggap tak bersahabat yakni mencapai 29 derajat celcius dan tingkat kelembaban mencapai 89%.
Prandelli mengungkapkan kekesalan kepada FIFA. Dia menilai FIFA mengambil keputusan gila dengan tak memberikan jeda waktu untuk minum. Dilaporkan beberapa pemain mengalami gangguan akibat suhu tinggi itu.
Dalam pernyataan resmi untuk menjawab tuntutan Prandelli, FIFA menyatakan kalau apa yang dilakukan sudah berdasarkan prosedur. Izin untuk melakukan time out baru diberikan jika suhu udara mencapai 32 derajat celcius.
"Kesehatan para pemain selalu menjadi prioritas tertinggi dan tim medis FIFA memonitor semua venue dengan hati-hati selama pelaksanaan Piala Dunia ini," sebut juru bicara FIFA dan dikutip Soccerway.
"Ada prosedur yang lengkap yang juga dikomunikasikan kepada tim-tim kontestan, di mana jeda waktu pendinginan diimplementasikan ketika suhu global wet bulb (WGBT) di atas 32 derajat (juga menimbang faktor-faktor tambahan seperti hari, jumlah penutupan awan, angin, kelembaban dan lokasi stadion)."
βDalam kasus pertandingan Inggris-Italia, dengan memperhatikan kondisi dan fakta bahwa WGBT tidak melebihi 27 derajat celcius sepanjang pertandingan, jeda waktu untuk pendinginan tidak diperlukan."
βJuga dengan pertimbangan wasit, menggunakan akal sehat dan menimbang keselamatan pemain, memungkinkan para pemain bisa mengambil air minum di luar garis saat laga terhenti dan selama pertandingan Inggris-Italia hal itu sudah dilakukan,β pungkas FIFA.
(fem/din)











































