Kekalahan yang diderita Spanyol dari Belanda membuat mereka dihujani kritik. Mulai dari kritik terhadap taktik, gaya main, sampai salah satu gelandang senior mereka; Xavi Hernandez.
Pada laga yang berlangsung di kota Salvador pekan kemarin, La Furia Roja yang berstatus sebagai juara bertahan itu dibuat bertekuk lutut oleh lawan yang mereka hadapi di final Piala Dunia 2010. Skornya cukup mencengangkan: 1-5.
Spanyol yang tampil beda, tidak menerapkan tiki-taka dan kali ini memainkan penyerang murni --Diego Costa--, awalnya tampak menjanjikan. Sampai kemudian, mereka kesulitan untuk menebak, siapa yang jadi ujung tombak Belanda: Robin van Persie atau Arjen Robben. Kedua pemain itu memang cukup cerdik untuk bergantian bertukar posisi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kritik kemudian dibalas dengan pembelaan. Adalah Javi Martinez yang menyebut, siapa pun yang mengritik Xavi mungkin tidak tahu apa-apa soal sepakbola.
"Siapa pun yang mengritik Xavi tidak tahu apa-apa soal sepakbola," ujar Martinez di Marca.
"Ketika Anda kalah, semuanya memang serba dipertanyakan. Saya pikir, para pemain senior belum habis. Saya percaya, mereka masih bisa bermain di banyak pertandingan lagi."
"Kita semua tahu seperti apa sepakbola. Ketika semuanya berjalan lancar, pujian datang bertubi-tubi, semuanya seakan sempurna."
"Ketika kami tampil buruk, semua orang melayangkan kritik," kata pemain milik Bayern Munich ini.
Spanyol tidak punya jalan lain selanjutnya. Mereka wajib menaklukkan Chile pada laga yang berlangsung di Stadion Maracana, Rio de Janeiro, Kamis (19/6/2014) dinihari WIB.
(roz/krs)











































