Spanyol dipastikan tersingkir usai menelan dua kekalahan. Mengawali langkah di Brasil dengan kekalahan telak 1-5 dari Belanda, nasib mereka ditegaskan oleh Chile usai dipukul 0-2.
Padahal anak asuh Vicente del Bosque memasuki turnamen empat tahunan tersebut dengan status favorit. Bukan hal yang mengejutkan karena mereka adalah juara bertahan dan kampiun Eropa di dua edisi terakhir berbekal permainan tiki-taka khasnya. Xavi Hernandez dkk. mendominasi dunia sebagaimana mereka mendominasi lawannya di setiap laga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mourinho menilai tim-tim lain sudah mengamati Spanyol selama beberapa tahun terakhir dan mempelajari celah-celahnya. Hal ini lantas didukung tidak adanya perkembangan taktik yang signifikan yang dilakukan oleh tim 'Matador'.
"Saya pikir layak untuk mengatakan ada tanggung jawab besar Belanda dan Chile atas kegagalan Spanyol. Mereka melakukan apa yang saya pikir harus dilakukan di sepakbola modern, Anda harus mengandalkan strategi," kata manajer Chelsea itu kepada eurosport.
"Orang-orang belajar bagaimana caranya menghadapi tim-tim terbaik dan ketika tim-tim terbaik tampil percayalah bahwa filosofinya satu: yang lainnya belajar," lanjutnya.
"Spanyol sebelumnya sungguh menakjubkan dalam empat, enam tahun terakhir. Mereka begitu menakjubkan dalam hal memainkan sepakbola dan orang-orang belajar, orang-orang memperhatikan, orang-orang mempelajarinya," demikian pria asal Portugal itu seperti dilansir sportsmole.
(raw/krs)











































