Ketika pengundian Piala Dunia 2014 dilakukan Desember lalu dan mengharuskan Uruguay berada satu grup dengan Inggris, lantas media-media di Negeri Ratu Elizabeth itu langsung mengangkat isu soal Suarez.
Bukan rahasia lagi jika Suarez adalah figur yang tak populer di mata rakyat Inggris terkait aksi-aksi kontroversialnya sejak dibeli Liverpool 2011 lalu. Meski demikian Suarez juga dicintai berkat kemampuan mengolah bolanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan pelatih 'Tim Tiga Singa' Roy Hodgson menebar psy war dengan menyebut Suarez bukanlah pemain kelas dunia. Boleh jadi kuping Suarez pun kian panas dengan pernyataan Hodgson tersebut.
Laga kedua Grup B antara Uruguay dan Inggris kian jadi momen yang tepat untuk Suarez unjuk gigi, setelah ia absen di laga pertama kontra Kosta Rika pasca operasi lutut dan Uruguay butuh kemenangan karena kalah 1-3 di laga tersebut.
Suarez seperti ingin balas dendam kepada negara tempatnya mencari nafkah dan ia berhasil melakukannya dengan luar biasa. Dua gol oke dihasilkan pemain berjuluk El Pistolero itu, Uruguay menang 2-1 sekaligus menjaga peluang lolos ke fase berikutnya.
Sebaliknya untuk Inggris, kekalahan kedua ini kian memperkecil langkah mereka lolos ke babak berikutnya mengingat kemenangan atas Kosta Rika di laga ketiga, belum tentu cukup jika laga Italia kontra Uruguay berakhir imbang.
"Saya sudah lama mengimpikan soal ini. Ini sesuatu yang saya impikan dan berharap akan terjadi," ujar Suarez seperti dikutip Reuters.
"Ketika saya melihat bola itu, saya menutup mata dan ketika menendang bola itu, saya memikirkan soal apa yang telah dilalui dan orang-orang yang selalu mendukung saya. Dan ternyata gol," sambungnya.
"Tidak ada satupun yang akan membayangkan laga akan seperti ini." demikian dia.
(mrp/cas)











































