Kabar tak sedap sedang datang dari kubu Argentina. Misi Albiceleste menjadi juara dunia di Brasil diganggu isu perselisihan antara Lionel Messi dan pelatih Alejandro Sabella.
Adalah media-media Spanyol dan Argentina yang pertama kali mengangkat isu ini ke publik setelah komentar Messi beberapa hari lalu, yang menyebut dirinya kurang suka dengan formasi Sabella saat Tim Tango menang 2-1 atas Bosnia-Herzegovina di laga pertama Grup F.
Saat itu Sabella menggunakan formasi 5-3-2, bukan 4-3-3 yang dipakai selama kualifikasi dan terbukti membuat performa tim lebih oke. Terbukti ketika Sabella mengganti formasi di babak kedua laga kontra Bosnia, Argentina disebut tampil lebih baik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Boleh dibilang apa yang dikatakan Messi sebenarnya memperlihatkan bahwa ada yang tak beres di dalam tim Argentina, ketika ada pemain bisa mengatur keputusan pelatih, meski pemain itu adalah Messi.
Kabarnya Messi sudah kesal dengan keputusan Sabella tidak membawa Ever Banega, yang merupakan kawan baiknya, ke Piala Dunia.
"Bagi saya itu benar-benar buruk. Pelatih harus bisa memegang kendali. (Hal-hal) seperti ini seharusnya tidak keluar ke publik. Sabella akan terganggu, meski dia tidak mengatakan apapun. Namun itu tidak akan berefek apapun," demikian tanggapan dari eks pelatih Argentina Alfio Basile seperti dikutip Soccernet.
Benar atau tidaknya rumor tersebut, namun boleh jadi ini sudah mengganggu persiapan Messi dkk. untuk menghadapi laga kedua kontra Iran besok dan di sisa kiprah Argentina di Piala Dunia.
"Sabella adalah satu-satunya pengambil keputusan di sini dan kami semua mendukungnya. Mereka semua menyalahkan Leo. Ketika pelatih mengumumkan daftar 23 pemain, jelas bukan Messi yang memutuskan, karena dia sendiri terkejut dengan pencoretan Banega," sanggah Martin Demichelis terkait rumor perselisihan antara Messi dan Sabella.
(mrp/din)











































