Musim lalu, Costa turut andil membawa Atletico Madrid juara Liga Spanyol. Pemain berusia 25 tahun ini menorehkan 27 gol dari total 35 pertandingan La Liga yang ia mainkan. Tidak hanya itu, Costa juga turut mengantar Los Rojiblancos berjaya di arena Liga Champions, meski akhirnya harus puas jadi runner up karena kalah dari Real Madrid.
Penampilan impresif Costa membuat pelatih Vicente del Bosque memasukkan namanya dalam daftar skuat Spanyol di Piala Dunia 2014. Selama dua pertandingan awal Spanyol di Brasil, dia lebih dipercaya menjadi striker andalan dibanding pemain depan lainnya, seperti Fernando Torres dan David Villa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Simeone memandang, Costa gagal menampilkan yang terbaik karena cara bermain. Costa tidak cocok dengan gaya permainan kolektif milik Spanyol.
"Dengan hasil Spanyol seperti itu, cukup mudah untuk mengatakan bahwa Diego Costa tidak bisa mengeluarkan performa terbaiknya," ucap Simeone ketika mengisi kolom untuk Sony seperti dikutip dari Sportsmole.
"Spanyol bermain di satu irama dan satu kecepatan, sedangkan Costa dapat memberikan karakteristik permainan lainnya. Apabila Anda tidak memanfaatkan kelebihan dari kemampuan berlari Costa, Anda berarti telah mengisolasi dia."
Pelatih asal Argentina ini bahkan sampai mengungkapkan bagaimana kemampuan Costa sebenarnya yang berbeda dengan kolektivitas Spanyol.
"Dia suka mengeksploitasi ruang, menyerang dari posisi dalam dan mencari posisi pada akhir setiap operan, tapi sepakbola Spanyol lebih berfokus pada permainan kolektif."
"Memainkan permainan kolektif tersebut, Spanyol tidak bisa menampilkan performa terbaik dari para pemainnya, mereka juga tidak mampu mengambil keuntungan dari Costa dan karakter yang dibawanya," terang pria yang dalam beberapa musim terakhir memberi gelar juara bagi Atletico Madrid.
(din/mfi)











































