Laga Spanyol versus Chile di Stadion Maracana, Rabu (18/6/2014) lalu, diwarnai insiden masuknya sekitar 200 suporter yang mayoritas memakai atribut Chile ke dalam stadion. Padahal, mereka tak punya tiket.
Para suporter nekat tersebut berusaha mencari jalan menuju tribune stadion. Mereka memecahkan sebuah pintu kaca dan masuk ke dalam media center.
FIFA menyatakan bahwa sebanyak 87 suporter Chile telah ditangkap terkait insiden ini. Para suporter tersebut harus meninggalkan Brasil dalam waktu 72 jam atau mereka akan dideportasi.
Brasil tak mau insiden memalukan itu terulang. Mereka pun telah menyiapkan strategi demi menciptakan situasi yang lebih tertib.
Brasil akan mengerahkan 600 personel keamanan tambahan ke Maracana. Personal keamanan tersebut akan bergabung dengan 3.000 polisi yang biasa mengamankan jalannya laga di stadion.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Langkah lainnya adalah dengan memperpanjang libur setengah hari yang direncanakan di Rio de Janeiro menjadi libur sehari penuh pada Rabu (25/6/2014) mendatang, ketika Prancis bertemu Ekuador. Hal ini bertujuan mengurangi jumlah orang di sekitar stadion. Selain itu, pelarangan lalu lintas di jalan-jalan sekitar stadion akan diterapkan dalam waktu yang lebih lama daripada laga-laga sebelumnya.
"Jika situasi sampai ke titik di mana langkah-langkah yang sedang diambil tidak juga cukup, kami bisa berpikir tentang langkah-langkah lain yang lebih kompleks," jelas Roberto Alzir, kepala keamanan di Rio de Janeiro yang mengurusi pengamanan Piala Dunia, seperti dikutip Reuters.
Masih ada lima laga lagi yang akan dilangsungkan di Maracana. Lima laga tersebut adalah Belgia vs Rusia, Prancis vs Ekuador, satu laga di babak 16 besar, satu laga di babak perempatfinal, dan final.
(mfi/din)











































