Di partai pembuka, Aljazair tidak tampil bagus. Mereka takluk di tangan Belgia 1-2, walau sempat unggul dulu lewat gol penalti Sofiane Feghouli.
Tim asuhan Vahid Halilhodzic bangkit pada laga selanjutnya. Mereka mencukur Korea Selatan dengan skor 4-2. Jumlah empat gol yang penting untuk pertandingan terakhir di fase grup, kontra Rusia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Skor imbang 1-1 cukup mengantar Aljazair melenggang ke 16 Besar. Itu kali pertama mereka masuk babak tersebut dari 4 kali keikutsertaan (1982, 1986, 2010 dan 2014). Bagi Belloumi, tidak hanya rakyat Aljazair yang berpesta, tapi juga negara-negara Arab.
"Mereka telah membuat Aljazair dan dunia Arab bangga dengan pencapaian ini. Tim ini menunjukkan bahwa sepakbola Aljazair punya banyak pemain yang sangat berbakat," ungkap Belloumi kepada FIFA.com.
Belloumi adalah salah satu bintang di Piala Dunia 1982. Bersama Rabah Madjer, dia tampil memikat bersama Aljazair di babak penyisihan grup, termasuk saat bertemu Jerman Barat. Ketika menghadapi Karl Heinz Rummenigge dkk, Belloumi mencetak gol penentu kemenangan Aljazair (2-1).
Sementara itu, Madjer yakin dengan pengalaman para pemainnya yang bertebaran di liga-liga Eropa, tim dari Afrika Utara ini punya potensi untuk memulangkan Jerman dari Brasil.
"Tim mempunyai performa yang semakin hebat sampai sekarang. Para pemain memiliki banyak potensi. Banyak dari mereka bermain sepakbola di luar negeri dan itu akan memberi pengaruh positif pada hasil,β ucap Madjer, pemain legendaris FC Porto yang pernah meraih gelar Pemain Terbaik Afrika 1987 itu.
Aljazair akan menantang Jerman di Stadion Beira Rio, Porto Alegre. Pertandingan akan dihelat pada Selasa (1/7/2014) dinihari pukul 03.00 WIB.
(din/mfi)











































