Huntelaar masuk lapangan di menit ke-76. Dia ditugaskan menggantikan Robin van Persie saat Belanda tertinggal 0-1 dari Meksiko, di pertandingan babak 16 besar, Minggu (29/6/2014) malam WIB.
Setelah Belanda menyamakan kedudukan di menit 88 melalui Wesley Sneijder, mereka mendapatkan hadiah penalti dari wasit, setelah Rafael Marquez menjatuhkan Arjen Robben.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut pengakuan Huntelaar, dirinya sempat ragu saat disodori bola oleh Robben. Ia tidak pede karena dalam 5 eksekusi penalti terakhirnya, ia gagal empat kali. Tapi kali itu ia berhasil justru di saat yang sangat krusial.
"Aku tak punya nyali untuk jadi eksekutor penalti," cetusnya, dikutip Soccerway.
"Saat itu Arjen yang memegang bola dan bertanya, 'apa kamu mau mengambilnya?' Aku sempat berpikir untuk berubah pikiran, karena terakhir saya gagal bikin gol lewat penalti.
"Tapi aku merasakan dorongan adrenalin. Aku rasa itu akan menjadi penawar terbaiknya," papar pemain berusia 30 tahun itu.
Tawaran Robben, keputusan dan tendangan Huntelaar berbuah manis. Penalti itu mengantarkan Belanda menang 2-1 atas Meksiko.
Sikap Robben sendiri terbilang menarik. Ia pernah ribut dengan rekannya di Bayern Munich, Thomas Muller, gara-gara urusan penalti.
Pada pertandingan Bayern melawan Mainz pada Oktober 2013, Robben diperintahkan pelatihnya, Pep Guardiola, untuk menyerahkan tugas algojo kepada Mueller. Robben tak suka dengan perintah itu dan sempat membanting bola yang sudah ia letakkan ke titik putih. [Baca beritanya di sini]

(fem/a2s)











































