Melihat kualitas dan materi pemain yang dimiliki kedua tim, Jerman semula diperkirakan tak akan sulit menang pada laga di Estadio Beira-Rio, Porto Alegre, Selasa (1/7/2014) dinihari WIB. Tapi, kenyataan di lapangan berbeda jauh dengan prediksi di atas kertas.
Aljazair ternyata mampu memberikan perlawanan sengit. Pertahanan tim dari Afrika Utara itu sulit ditembus oleh lini depan Jerman yang diisi Thomas Mueller, Mario Goetze, dan Mesut Oezil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Jerman beruntung punya kiper sekaliber Manuel Neuer. Pada pertandingan ini, Neuer berkali-kali jauh meninggalkan sarangnya demi menghalau serangan balik Aljazair.
Jerman butuh extra time 2x15 menit untuk mengatasi perlawanan Aljazair. Pemain pengganti Andre Schuerrle memecahkan kebuntuan pada menit ke-92 sebelum Oezil menggandakan keunggulan Die Nationalmannschaft pada menit ke-120.
Aljazair memperkecil ketertinggalan lewat gol Abdelmoumene Djabou beberapa saat kemudian. Akan tetapi, mereka tak punya waktu tersisa untuk mencetak gol penyama.
"Bagi saya, sama sekali tidak masalah bagaimana caranya kami menang," ujar Mertesacker yang dikutip Reuters.
"Hal yang utama adalah kami menang dan kami berada di babak delapan besar dan itulah yang penting. Apa yang Anda inginkan dari saya? Apakah Anda berpikir ini adalah band sirkus? Kami berjuang sampai akhir," kata bek Arsenal ini.
Jerman selanjutnya akan beradu kekuatan dengan Prancis di babak perempatfinal. Laga seru ini akan dilangsungkan di Stadion Maracana, Jumat (4/7/2014) mendatang.
(mfi/roz)











































